Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Turki Bekukan Hubungan dengan Belanda

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Maret 2017 09:36 9:36 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Maret 2017 09:36
Bagikan
Islamofobia barat
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan
Bagikan

Hidayatullah.com–Turki membekukan hubungan dengan Pemerintah Belanda, menindaklanjuti krisis yang semakin meruncing antara kedua Negara tersebut.

Tindakan ini dilakukan Turki setelah Pemerintah Belanda melarang dua menteri Turki yang berencana mengadakan pertemuan guna menggalang suara kalangan ekspatriat Turki menjelang referendum Turki  16 April yang digagas Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Turki menegaskan tidak mengizinkan Duta Belanda ke Ankara untuk kembali hingga Belanda memenuhi syarat Turki untuk mengadakan pertemuan. Selain itu,  menurut Turki, penerbangan diplomatik juga akan ditangguhkan.

Wakil Perdana Menteri Turki, Numan Kurtulmus mengatakan, Ankara mengaku marah terutama ketika pemerintah menghalangi pesawat Menteri Luar Negeri Turki mendarat dan mengusir keluarga menteri akhir pekan lalu.

Tempat tinggal Duta Besar, kuasa usaha dan Konsul Jenderal Belanda di Turki juga ditutup. Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan menegaskan bahwa Ankara untuk sementara tidak menghendaki Duta Besar Belanda yang sedang cuti kembali ke Turki.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

”Ini telah dijelaskan kepada rekan-rekan kami bahwa keputusan penutupan ini diambil sebagai perlawanan Turki dan masyarakat Turki di Belanda yang akan menyebabkan masalah diplomatik, politik, ekonomi dan yang lain secara serius,” bunyi pernyataan kementerian Luar Negeri Turki seperti dikutip Reuters, Ahad (12/3/2017).

Baca:  Ribuan Kaum Perempuan Turki Pro Referendum Dukung Erdogan

Sebelumnya, dua menteri Turki, Menteri Urusan Keluarga Fatma Betul Sayan Kaya dan Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu semula dijadwalkan untuk menggalang dukungan dari kalangan warga Turki yang bermukim di Belanda guna mendukung referendum namun kehadirannya ditolak pihak Belanda. Rencana Turki ini juga dihalangi Jerman dan Austria dengan alasan faktor keamanan.

Sementara itu, beberapa pemimpin Uni Eropa (EU) dengan lantang mengkritik Turki di tengah-tengah ketegangan yang meningkat setelah Ankara mencoba mengadakan pertemuan di wilayah tersebut.

Sebelumnya, Presiden Recep Tayyip Erdogan menuduh Jerman dan Belanda bersikap ‘Nazisme’ setelah rencana pertemuan diblokir di kedua negara itu.

Menjawab ini, Perdana Menteri, Mark Rutte di Amsterdam menggambarkan tuduhan itu sebagai ‘tidak dapat diterima’ sementara Menteri Luar di Berlin berharap Turki akan kembali berpikir jernih tentang isu tersebut.

Baca: Usulan Konstitusi Baru Turki Hilangkan Jabatan Perdana Menteri

Erdogan juga sempat menyerukan lembaga-lembaga internasional untuk menjatuhkan sanksi kepada Belanda karena menolak dua menterinya.

Namun menurut pemerintah Belanda, kampanye-kampanye referendum Turki di dalam wilayah Belanda akan memicu ketegangan menjelang pemilihan umum Belanda pada Rabu (15/03/2017).

Menurut Perdana Menteri Belanda Mark Rutte Turki harus menghentikan kampanye kelilingnya karena dikhawatirkan dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

Larangan ini membuat warga Turki di Belanda marah dan melakukan unjuk rasa di depan konsulat Turki di Rotterdam. Fatma Betul Sayan Kaya yang berusaha menemui para pengunjuk rasa akhirnya dikawal oleh polisi Belanda menuju ke perbatasan Jerman.

Baca: Turki Mulai Pembangunan Masjid di Simbol Sekularisme

Turki membalas perbuatan Belanda tersebut dengan ucapan yang cukup menohok. “Mereka sangat gugup dan pengecut. Mereka adalah sisa-sisa Nazi, mereka adalah kaum Fasis,” ucap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, seperti dikutip Telegraph.

“Apa yang terjadi di Belanda mengabaikan diplomasi dan hukum internasional. Apakah Uni Eropa angkat bicara dalam masalah ini? Tidak. Kenapa? Karena mereka tidak saling melukai. Mereka sama,” tegas Erdogan hari Ahad (12/03/2017) dikutip BBC.

April ini Turki hendak menggelar referendum. Jumlah warga Turki yang bermukim di Belanda  mencapai 400.000 orang, sedangkan jumlah pemilih Turki yang bermukim di Jerman mencapai 1,4 juta.

Sebelum ini, Belanda dan Turki memiliki hubungan cukup dekat dan hangat. Hubungan ini terjalin sejak 1612. Utusan Belanda Cornelis Haga bahkann terlebih dahulu mengunjungi Istanbul pada 1612, dan menandai dimulainya hubungan keduanya.*/MR Utama

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BelandaFatma Betul Sayan Kayahubungan Turki dan BelandaNuman KurtulmusPresiden Turki Recep Tayyip ErdoğanRecep Tayyip ErdoganReferendum TurkiTurkiTurki dan EropaUni Eropa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kuliah Umum Zakir Naik di UNIDA Gontor Diperkirakan Dihadiri 10 Ribu Peserta
Tulisan selanjutnya GIB Ingatkan Pemerintah Utamakan Pembangunan Manusia Beradab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?