Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Media Literasi di Turki Rendah, Negara Balkan Rentan Fake News

Ama Farah
Terakhir diupdate: 31 Maret 2018 22:30 10:30 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 31 Maret 2018 21:39
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebuah studi baru tentang media literasi di kalangan negara Eropa mendapati bahwa negara-negara Balkan paling rentan fake news alias kabar palsu, sementara Turki dan Makedonia merupakan negara paling rendah peringkat media literasinya.

Kajian yang dipublikasikan Open Society Institute of Sofia, yang diketuai investor George Soros, memeringkat 35 ketahanan negara menghadapi berita-berita palsu dilihat dari kualitas pendidikan rakyatnya, kebebasan media di negara bersangkutan, serta tingkat kepercayaan publik, lapor Euronews Sabtu (30/3/2018).

Menurut hasil studi itu, negara-negara Balkan diketahui paling rentan penyebaran berita palsu, yang digambarkan sebagai “rumor, hoax, dusta terang-terangan, dan disinformasi dari pemerintah-pemerintah negara asing atau entitas yang bermusuhan dengan mereka.”

Sementara itu, negara-negara di kawasan Skandinavia bersama Belanda, Swedia dan Estonia, disebut paling tahan banting dan memiliki bekal cukup untuk menghadapi berita-berita palsu. Apa-apa yang dibeberkan media tidak mudah mudah membentuk opini publik dan tidak ditelan begitu saja karena warganya memiliki emosi dan keyakinan pribadi yang kuat.

Turki dan Makedonia tingkat literasi medianya merupakan yang terendah dari total 35 negara yang disurvei. Literasi media dikedua negara itu rendah karena tingkat pendidikan masyarakatnya rendah, tingkat kepercayaan publik rendah dan kebebasan medianya juga rendah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Nilai literasi membaca di Macedonia (352) berada di posisi buncit dari 35 negara, jauh di bawah nilai “sangat baik” 526 yang diperoleh Finlandia. Kepercayaan publiknya pun rendah, hanya 3,7 dari poin tertinggi 10.

Negara pecahan bekas Yugoslavia itu juga berada di peringkat kedua paling bawah untuk kebebasan media, berdasarkan survei yang dilakukan Freedom House dan Reporters without Borders. Penangkapan dan pemenjaraan para jurnalis, sikap bias badan regulator, serta pembuatan media-media pro-pemerintah menjadi alasan di balik performa buruk negara itu.

Namun demikian ada yang lebih parah dalam hal kebebasan media dibanding Makedonia, yaitu Turki dengan nilai nol. Sejak percobaan kudeta yang gagal tahun 2016, pemerintah Ankara semakin gencar memberedel media cetak maupun elektronik dan online yang dianggap berseberangan dengan pemerintahan pimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Menurut indeks Freedom of the Press teranyar, ratusan jurnalis dijebloskan ke penjara dan pihak regulator –yang propemerintah– kerap melakukan pembatasan terhadap media termasuk soal iklan di internet.

  • Dogan Media Group Dipaksa Dijual ke Kroni Pemerintah Turki

Finlandia berada di puncak dengan total nilai 76 dari 100 untuk media literasi. Tidak mengherankan, pasalnya negara ini memiliki sistem pendidikan publik yang kuat, dan merebaknya keterampilan berpikir kritis di kalangan warganya, yang merupakan kunci sukses dalam menangkal berita-berita palsu. Denmark berada di peringkat terbaik kedua, disusul kemudian oleh Belanda, Swedia dan Estonia, yang semuanya mendapatkan nilai tinggi untuk pendidikan, kepercayaan publik dan kebebasan media.

Responden dengan latar belakang pendidikan lebih tinggi, cenderung mengambil berita dari banyak sumber (radio, televisi, online dan lainnya). Mereka juga lebih memiliki kepercayaan diri yang tinggi dalam mengidentifikasi kualitas berita ketika mendapati kabar palsu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Status WN-nya Dicabut Inggris, Duo Beatles ISIS Mengeluh
Tulisan selanjutnya Dogan Media Group Dipaksa Dijual ke Kroni Pemerintah Turki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?