Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemuda Malaysia Pilih Kakek Mahathir: Yang Penting Ganti Pemimpin

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Mei 2018 09:54 9:54 am
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Mei 2018 09:53
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Mahathir Mohamad kembali menjadi perdana menteri Malaysia di usia 92 tahun, setelah 15 tahun “pensiun” dari panggung politik dan pernah memimpin negeri jiran itu selama lebih dari 20 tahun. Kemenangan koalisinya dalam pemilu 2018 ini diyakini karena dukungan suara anak-anak muda.

Dr. Mahathir Mohamad diambil sumpahnya sebagai perdana menteri yang baru hari Kamis (10/5/2018) oleh raja Malaysia Sultan Muhammad V. Perdana menteri tertua di dunia itu mengucapkan sumpah jabatan didampingi istrinya, Siti Hasmah Mohammed Ali.

“Ya, ya, saya masih hidup,” katanya di hadapan banyak orang dalam konferensi pers menyusul kemenangannya dalam pemilu yang yang digelar hari Rabu kemarin.

Meskipun nampak masih bugar di usia 92 tahun, kondisi kesehatan pemimpin Malaysia itu sebenarnya tidak terlalu bagus. Dia pernah mengalami dua kali serangan jantung.

Lantas kenapa banyak anak muda, yang diyakini sebagai kunci kemenangan koalisi Mahathir dalam pemilu bersejarah yang menyingkirkan Barisan Nasional dari kekuasaan setelah 60 tahun berkuasa, memilih kakek tua ini?

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Anak muda mencakup 40 persen dari pemilih terdaftar di Malaysia. BBC mewawancarai beberapa anak muda yang ditemui di jalan, untuk mengetahui mengapa mereka memilih Mahathir sebagai pemimpin.

“Dia semacam figur orangtua di Malaysia. Jadi kami melihatnya seperti sosok kakek,” kata seorang gadis berambut panjang dan berbaju kuning.

“Saya kira usia tidak terlalu bermasalah. Saya lebih khawatir dengan rekam jejaknya. Ketika dulu dia (Mahathir) menjabat perdana menteri,” kata seorang lelaki muda bertopi. “Dia dulu otoriter … merontokkan sistem hukum, menangkap banyak disiden,” imbuhnya.

Jika Mahathir dulu begitu kontrovesial dalam memimpin, mengapa sekarang dia dipilih kembali?

“Keadaan semakin lama semakin memburuk. Dan ini benar-benar saatnya untuk berubah. Bagi kami kebanyakan generasi muda, kami ingin suara kami didengar,” kata seorang gadis berambut pendek yang tampaknya keturunan etnis Tionghoa.

“Ini saatnya melakukan hal yang berbeda. Kita tidak tahu dia akan [memimpin dengan] baik atau buruk. Namun, yang paling penting adalah sekarang akan ada perubahan,” tegas gadis berambut panjang dan berbaju kuning, sementara dua temannya berbaju hitam (seorang perempuan dan seorang laki-laki) mengangguk-angguk menyetujui perkataannya.

“Dia tahu dia sudah tua dan melewati banyak hal (berpengalaman), saya merasa ada agenda pribadi sangat kecil yang harus dibuktikannya,” kata pemuda berbaju hitam teman gadis berbaju kuning.

“Menurut saya dalam artian semangat timnya, skuatnya, dia sangat sangat muda dan penuh semangat,” kata pemuda berkacamata teman pemuda bertopi.

“Menurut saya perubahan tidak akan langsung nampak, tetapi memerlukan waktu. Ini merupakan langkah awal menuju ke sana,” kata wanita muda berkaos hitam teman pemudi berbaju kuning.

“Saya mengharapkan Malaysia baru yang modern. Malaysia yang seperti menjalani pernikahan yang benar-benar bersatu. Malaysia yang seperti apa yang seharusnya dan yang menjadi keinginan rakyat,” pungkas gadis keturunan Tionghoa.

Dalam wawancara itu terselip beberapa komentar “nakal” soal Mahathir.

“Dia seperti god father di Malaysia,” ujar si gadis berbaju kuning seraya diiringi tawa bersama teman-temannya.

“Dia akan melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang dia mau,” kata seorang pemuda yang fisiknya seperti keturunan Hindustan, seraya tersenyum.

Misi besar Mahathir maju dalam pemilu 2018 ini adalah untuk merontokkan pemerintahan anak didik politiknya, Najib Razak, yang terkontaminasi skandal korupsi miliaran dolar. Dan itu berhasil dilakukannya lewat koalisi bersama partai politik yang dibentuk oleh bekas anak didiknya, Anwar Ibrahim, yang dipenjarakannya dengan tuduhan sodomi setelah menyerukan reformasi di Malaysia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jadi PM Malaysia Lagi, Mahathir Yakin Dapat Selamatkan Uang Negara yang Dikorupsi
Tulisan selanjutnya Komnas HAM Diminta Selidiki Aksi di Mako Brimob secara Profesional-Independen

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?