Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

China Tak Mau Lagi Impor, Sampah Amerika Menumpuk

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Juli 2018 16:58 4:58 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Juli 2018 16:58
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Ratusan ton sampah yang diyakini rakyat Amerika Serikat bisa didaur ulang saat ini menumpuk di tempat pengolahan atau langsung dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir, sebab China tidak lagi mengimpor sampah mancanegara.

Tahun 2017, Beijing memutuskan untuk melarang impor 24 jenis sampah –yang kembanyakan sampah daur ulang asal negara–negara Barat. Sampah itu dikapalkan ke pabrik-pabrik di China untuk dibersihkan dan dipakai ulang sebagai bahan mentah. China tahun lalu masih membeli setengah sampah daur ulang AS, dan sejak 1992 mendaur ulang 72 persen sampah plastik dunia, menurut studi yang dipublikasikan di jurnal Science Advances.

Oleh karena keputusan China menghentikan impor hampir semua sampah kertas dan plastik itu dilakukan tiba-tiba, akibatnya kebanyakan fasilitas pemrosesan sampah di Amerika Serikat kewalahan dan tidak sanggup menampung sampah-sampah tersebut.

“Tak ada satu pun negara, dan jujur, mungkin bahkan tidak ada sekelompok negara pun yang mampu menangani jumlah sampah sebanyak yang biasanya ditangani China,” kata Adina Renee Adler dari Institute of Scrap Recycling Industries di Washington DC kepada AFP seperti dilansir RT Kamis (12/7/2018).

Sampah yang biasanya dikirim ke China sekarang menumpuk di tempat-tempat seperti fasilitas pengolahan di Elkridge, Maryland, di mana berton-ton sampah setiap hari tiba dari ibukota AS. Distrik itu sudah membayar biaya daur ulang $75 perton, dan $46 perton sampah yang dibakar untuk menghasilkan listrik.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Ada kalanya beberapa tahun silam ketika mendaur ulang biayanya lebih murah. Hanya saja sekarang tidak begitu lagi,” kata Christopher Shorter, direktur pekerjaan umum wilayah Washington DC. Kota tersebut kabarnya sedang memikirkan untuk membebankan biaya sampah ke masyarakat berdasarkan bobotnya.

Bill Caesar, kepala cabang Houston perusahaan pengolahan sampah WCA, memperingatkan bahwa rakyat Amerika harus mulai membayar lebih mahal apabila ingin sampahnya didaur ulang.

Amerika Serikat hanya memiliki kemampuan domestik sedikit untuk mengolah dan mendaur ulang sampah, karena selama berpuluh-puluh tahun biasa mengirim sampahnya ke luar negeri.

“Rahasia busuk dari daur ulang adalah hal ini bergantung dari keinginan Dunia Ketiga untuk melenyapkan sampah-sampah kita, sehingga orang-orang yang katanya progresif itu dapat berpura-pura seolah sikap moral mereka berkaitan dengan sampah telah menyelamatkan dunia,” tulis kolumnis konservatif Daniel Greenfield di majalah Front Page edisi Kamis (12/7/2018) seperti dikutip RT.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Diduga Picu Kanker, Johnson & Johnson Didenda USD4,7 miliar
Tulisan selanjutnya Europol Luncurkan Game Piala Dunia untuk Tangkap Buronan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT

Berita
13 Juni 2026 11:14
Sedang Menangkap Ikan, Remaja Palestina Syahid Dihantam Tembakan Kapal ‘Israel’
BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
PHK Tembus 23 Ribu Pekerja, DPR Desak Penguatan Perlindungan dan Percepatan Penyerapan Tenaga Kerja

Terbaru

  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase
  • Pasokan Avtur Saudi ke Eropa Melebihi Sebelum Penutupan Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?