Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Duterte Setujui ‘UU Otonomi Bangsamoro’, Mewadahi Minoritas Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Juli 2018 10:45 10:45 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Juli 2018 10:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Malacañang mengkonfirmasi pada hari Kamis Presiden Filipina Rodrigo Duterte, menyetujui Undang-Undang Bangsamoro,  yang memungkinkan minoritas Muslim di selatan negara itu untuk terlibat dalam pemerintahannya pada 2022.

“Ini untuk mengumumkan bahwa presiden baru saja menandatangani BOL menjadi undang-undang,” kata jurubicara kepresidenan Harry Roque dalam pesan tertulis sebagaimana dikutip Phistar.

Presiden pertama kali mengumumkan penandatanganan BOL dalam Ulang Tahun ke-69 Ipil, sebuah kota di Zamboanga Sibugay, sekitar pukul 5:13 siang waktu setempat.

Selama kunjungannya ke korban kebakaran di Zamboanga City, Duterte menegaskan kembali bahwa dia telah menandatangani BOL.

“Saya tidak punya harapan. Mungkin tak semua orang bias menyukainya. Mari kita lihat jika itu bisa dimodifikasi. Mereka yang kecewa bisa mengobarkan perang, “tambahnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Duterte seharusnya menandatangani BOL hari Senin lalu. Namun, DPR gagal meratifikasi tindakan karena pertikaian di ruangan sidang.

Baca: Usulan Otonomi Bangsamoro Disetujui Kongres Filipina 

Kantor Penghubung Legislatif Kepresidenan membenarkan bahwa BOL diterima oleh Malacañang pada pukul 7:30 malam, Rabu lalu.

Hari Kamis, Duterte mengatakan ingin berbicara dengan Ketua Front Pembebasan Nasional Moro Nur Misuari untuk membahas kesepakatan damai sehingga itu bisa direalisasikan pada akhir tahun.

“Saya bisa menciptakan – jadi seperti otonomi baginya. Itulah yang dia inginkan dan menunggu penerapan sistem federal. Yang harus dia lakukan adalah mempercayaiku. Saya punya sekitar tiga tahun untuk bekerjasama,” katanya.

Undang-undang yang sempat tertunda itu dipandang akan menghilangkan konflik separatis yang telah berumur separuh abad.

Ketua Gerakan Pembebasan Islam Moro (MILF), Ebrahim Murad, mengatakan ia yakin bahwa undang-undang itu akan membawa kelompok separatis kembali ke arena politik dan menghilangkan prospek insiden apa pun seperti Marawi.

Dikenal sebagai Hukum Organik Bangsamoro, ia mendapat dukungan dari penduduk, sehingga sulit bagi ekstremis asing untuk membentuk aliansi dan mendapatkan dukungan.

“Semua potongan puing adalah hasil dari kekecewaan terhadap proses perdamaian.

“Karena kelompok-kelompok kecil tidak menerima elemen eksternal, mereka tidak dapat kembali ke Filipina,” katanya.

Baca: Pimpinan Kelompok Moro Filipina Sambut baik UU

Dalam UU itu, kekuasaan atas polisi dan militer wilayah Moro tetap di tangan pemerintah pusat dan melarang pemerintah Bangsamoro membeli dan memiliki senjata api untuk mencegah pemberontakan lebih lanjut.

Wilayah Bangsamoro adalah bagian dari Mindanao, pulau terbesar kedua negara itu. Sekitar lima juta Muslim berada di wilayah tersebut.

Sebelum kedatangan bangsa Spanyol tahun 1565, Filipina dikenal negeri dengan populasi muslim mencapai 98 % dan masuk wilayah Kesultanan Brunei. Menurut sejarah, Ibu Kota Filipina, Amanilah sebuah kota diambil dari bahasa Arab yaitu Fi Amannillah (dibawah perlindungan Allah), setelah dikuasai Spanyol Amanilah diganti nama menjadi Manila, sesuai nama raja mereka Raja Philipe.

Baca: Presiden Filipina Berlakukan Darurat Militer di Mindanao

Dengan misi Gold, Glory dan Gospel  tahun 1565 Spanyol membantai penduduknya, kemudian dengan berbagai dan berhasil melakukan Kristenisasi wilayah Filipina Utara dan Tengah.

Sebagian Kaum Muslim yang tidak sudi melarikan diri ke wilayah selatan Filipina dan melawan. Istilah Moro,  dimunculkan pertama oleh penjajah Spanyol, mengambil sebutan keturunan Arab Spanyol yang beragama Islam yang dahulu menguasai Andalusia ( Spanyol ) yaitu orang Moor.

Perjuangan kaum muslim Filipina baik melawan penjajah Spanyol maupun saudara sebangsa pendukung penjajah, berlangsung sampai tahun 1898.

Kurangnya perhatian dari pemerintah pusat di Manila juga menyebabkan provinsi Moro termasuk yang paling miskin sertanya melahirnya bebera pemberontakan serta upaya memisahkan diri.

Konflik telah membunuh sekitar 120 ribu orang, membuat dua juta orang terlantar, membuat umat Islam di wilayah itu tertindas.

Mindanao masih berada di bawah UU Darurat Militer hingga akhir tahun ini, untuk mengizinkan pasukan keamanan menghentikan usaha-usaha untuk bergabung kembali satu aliansi pro ISIS yang menguasai Marawi selama lima bulan dengan serangan-serangan darat dan udara. MILF mengutuk ekstremis dan pejuangnya membantu tentara pemerintah menggagalkan gerakan mereka.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:0MILFBangsamorofilipinaGerakan Pembebasan Islam MoroNur MisuariRodrigo Duterteundang-undangUU
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Shalat Tiang Agama’
Tulisan selanjutnya Gerakan Islam Hamas Muncurkan 9 Rudal dan Mortar dari Gaza yang Dikepung

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?