Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Alasan Keamanan, Jerman Jegal Perusahaan China Beli Saham Perusahaan Listrik 50hertz

Ama Farah
Terakhir diupdate: 31 Juli 2018 07:15 7:15 am
Ama Farah
Dipublikasikan 31 Juli 2018 07:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Dengan mengutip alasan keamanan nasional, Jerman menjegal upaya perusahaan asal China membeli saham 50hertz, penyedia listrik yang diandalkan rakyat negara itu.

Dilansir DW, sebuah bank milik pemerintah diinstruksikan membeli 20 saham 50hertz, guna mencegah pembelian saham perusahaan itu oleh State Grid Corporation of China (SGCC).

Kementerian Perekonomian dan Keuangan Jerman mengumumkan pembelian saham itu hari Jumat (27/7/2018), dengan mengatakan bahwa keputusan tersebut didorong oleh alasan keamanan negara. Berlin “berkepentingan kuat untuk melindungi infrastruktur energi yang teramat penting,” kata pejabat kementerian dalam sebuah pernyataan.

Perusahaan distribusi listrik 50hertz menyuplai listrik untuk sekitar 18 juta orang di bagian utara Jerman.

Operator listrik Belgia, Elia, saat ini memiliki 100 persen saham 50hertz yang berbasis di Jerman, setelah membeli saham yang dikuasai IFM asal Australia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

IFM sampai awal tahun ini menguasai 40 persen saham 50hertz, ketika memberikan sinyal akan menjual 20 persen andilnya. SGCC yang disokong pemerintah Beijing dikabarkan berusaha membeli saham tersebut. Akan tetapi, pemerintah Jerman berhasil merayu Elia agar menggunakan hak “right of first refusal”, yang memberikannya prioritas dalam kesepakatan bisnis semacam itu. Perusahaan Belgia tersebut pada akhirnya setuju untuk menambah kepemilikan sahamnya dari 60 menjadi 80 persen.

IFM kemudian bergerak menjual sisa sahamnya 20 persen, yang langsung disambar oleh Elia. Hanya saja Elia tak lama kemudian langsung menjual saham itu ke bank milik pemerintah KfW.

Para pejabat Jerman mengatakan pembelian itu hanya bersifat sementara dan segera akan dilepas lagi, sehingga berisiko dibeli China apabila pemerintah Berlin tidak turun tangan untuk menguasainya.

50hertz memuji langkah pemerintah Jerman, dengan mengatakan bahwa hal tersebut menunjukkan pentingnya jaringan distribusi dalam infrastruktur vital negara itu.

Beberapa tahun terakhir, politisi dan pengusaha di negara-negara Eropa mengkritik keras China yang sangat bernapsu memasuki dan menguasai pasar serta infrastruktur Uni Eropa, sementara pada saat yang sama pemerintah Beijing berupaya keras mendepak perusahaan negara asing menguasai bisnis di negeri tirai bambu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ISIS Klaim Bunuh Turis Asing yang Bersepeda di Tajikistan
Tulisan selanjutnya Perusahaan Turki Bantah Bangun Gedung Kedubes AS di Al-Quds

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?