Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

12 Hari di Xinjiang: Bagaimana Pengawasan Negara Membanjiri Kehidupan Sehari-hari [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 September 2018 06:41 6:41 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 September 2018 20:44
Bagikan
Para pejalan kaki melewati sebuah "stasiun polisi" di lingkungan Erdaoqiao Urumqi, Xinjiang
Bagikan

Hidayatullah.com–Kota China yang berada di perbatasan Asia Tengah ini mungkin merupakan salah satu tempat yang diawasi paling ketat di bumi.

Pos-pos keamanan dengan pemindai identifikasi ditempatkan di stasiun kereta dan pintu keluar masuk kota. Pemindai wajah terus mengawasi mereka yang datang dan pergi ke hotel, pusat perbelanjaan dan bank. Polisi menggunakan perangkat genggam untuk menggeledah smartphone yang memiliki chat aplikasi terenskripsi, video bermuatan politik dan konten yang dicurigai lain.

Untuk mengisi bahan bakar kendaraan mereka, para pengendara harus memperlihatkan kartu identitas mereka dan menatap lurus ke kamera.

Upaya-upaya China untuk memadamkan gerakan separatis beberapa anggota kelompok etnis Uighur yang mayoritas Muslim telah mengubah wilayah otonomi Xinjiang, yang Urumqi adalah ibu kotanya, menjadi laboratorium pengendalian sosial berteknologi tinggi yang para aktivis kebebasan sipil sebut akan diterapkan di seluruh negeri.

Baca: Saya Muslim Uighur yang Melarikan Diri dari Aksi Brutal China

Hampir tidak mungkin bergerak di wilayah itu tanpa terus menerus merasakan pengawasan pemerintah. Para penduduk dan pengunjung sama-sama harus menjalani intimidasi harian di pos pemeriksaan polisi, pengawasan kamera dan mesin-mesin pemindai kartu identitas, wajah, mata dan terkadang seluruh tubuh.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Ketika pedagang buah Parham Imin menggesekkan kartunya di sebuah kantor telekomunikasi pada musim panas ini untuk membayar tagihan telepon, fotonya muncul dengan tanda ”X”, katanya, setiap kali dia menggesekkan atau menscan kartu identitasnya selalu memicu alarm.

Dia tidak yakin apa artinya, namun menyadari dia berada dalam semacam daftar pengawasan pemerintah karena dia adalah Uighur dan pernah bermasalah dengan polisi.

Dia mengatakan enggan bepergian karena takut ditahan. “Mereka telah memblacklist saya,” katanya. “Saya tidak bisa pergi ke manapun,” kutip The Wall Stree Journal, 19 Desember 2017 lalu.

Di seluruh China, otoritas-otoritas berwenang meluncurkan teknologi terbaru untuk mengawasi rakyat dan membentuk perilaku mereka. Kontrol atas ekspresi semakin diperketat di bawah Presiden Xi Jinping, dan jaringan keamanan luas negara itu saat ini termasuk juga peralatan berteknologi tinggi untuk memonitor aktivitas online dan bahkan mengintip ke dalam aplikasi perpesanan smartphone.

Baca: PBB Khawatirkan Penahanan Satu Juta Muslim Uighur di China

Pemerintah China telah dalam kewaspadaan tinggi sejak lonjakan serangan di wilayah itu pada 2014 yang disebabkan perlakuan polisi terhadap warga Uighur selama bulan puasa. Sedangkan pemerintah berdalih itu disebabkan oleh militan di Xinjiang yang terinspirasi oleh pesan-pesan ekstrimis Islam dari luar negeri.

Saat ini negara Komunis itu menempatkan alat-alat paling canggih di dunia di tangan pasukan keamanan yang terus ditambahkan untuk menciptakan sebuah sistem kontrol sosial di Xinjiang – yang paling berat jelas menimpa etnis Uighur.

Pada pameran keamanan bulan Oktober, seorang eksekutif CloudWalk Technology Co., yang telah menjual algoritma pengenalan wajah ke kepolisian dan sistem pemeriksaan identitas ke pom-pom bensin di Xinjiang, menyebut itu adalah wilayah yang paling dijaga ketat di dunia.

Menurut eksekutif itu, Jiang Jun, setiap 100.000 orang yang ingin polisi awasi, mereka menggunakan jumlah peralatan pengawasan yang sama yang polisi di wilayah lain di China gunakan untuk mengawasi jutaan orang.*/ <<<(BERSAMBUNG)>>

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaetnis uighurkamerakomunisMuslimpemindaipengawasanuighurUrumqixinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Operasi Militer di Nong Chik Pattani Memberi Rasa Takut Warga
Tulisan selanjutnya Najib Razak Ditangkap Komisi Anti Korupsi setelah Temuan Rekening Pribadi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?