Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

400 Politisi Ditahan India, Kashmir Jadi ‘Penjara Raksasa’

Ahmad
Terakhir diupdate: 9 Agustus 2019 00:08 12:08 am
Ahmad
Dipublikasikan 9 Agustus 2019 00:07
Bagikan
jam malam
Bagikan

Hidayatullah.com—Pasca pencaplokan dan penjabutan otonomis Khusus di Kashmir oleh India,  hotel-hotel, rumah-rumah, gedung swasta dan kantor pemerintah diubah menjadi sebuah penjara sementara di Kashmir, lembah di pegunungan Himalaya ini berubah menjadi penjara besar-besaran dimana 400 politisi, pembantu dan pemimpin separatis ikut ditahan.

Penahanan diklaim India sebagai usaha untuk memadamkan aksi protes di Kashmir akibat pencabutan status khusus wilayah itu, menurut seorang perwira polisi, pemimpin lokal dan media pada Kamis (8/8) dikutip Indiatoday.

Penangkapan ini merupakan salah satu aksi penumpasan terbesar yang pernah dilakukan India selama bertahun-tahun.

Sesuai perintah pemerintah, hotel dan wisma seperti Centaur, Hari Niwas, wisma tamu hutan, gedung protokol untuk pejabat pemerintah, dan bangunan pribadi serta tempat tinggalnya dibuat menjadi penjara tambahan. Mantan Kepala Menteri Omar Abdullah dan Mehbooba Mufti ditempatkan di pondok-pondok terpisah di Hari Niwas.

Setiap pemimpin Kashmir ditangkap, kecuali Dr. Farooq Abdullah dan pemimpin separatis 91 tahun, Syed Ali Shah Geelani.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pemimpin Konferensi Nasional mengklaim bahwa ia dalam tahanan rumah bahkan ketika pemerintah menyangkal hal itu.

Farooq Abdullah,  adalah anggota parlemen Lok Sabha dari Srinagar, berbicara kepada media dari belakang gerbang kediamannya mengatakan bahwa ia dilarang memberikan suaranya untuk menentang pencabutan Pasal 370 atas kehendaknya.

Mantan petugas keamanan pribadi J&K CM Shafqat Khan, yang berdiri di luar rumah, mengatakan bahwa Farooq Abdullah telah dibatasi di kediamannya di Gupkar dan bahkan ia tidak bisa mendapatkan akses.

“Langkah pemerintah Modi sepenuhnya tidak konstitusional,” kata Farooq Abdullah

Mulai hari Ahad, militer India telah mematikan jaringan seluler, internet dan melarang pertemuan publik di kota terbesar Srinagar setelah mencabut hak mayoritas wilayah Muslim untuk membuat undang-undang sendiri dan mencabut larangan yang sudah berlangsung puluhan tahun terhadap orang asing untuk membeli properti di wilayah itu.

Penguasa yang dipimpin nasionalis Hindu Perdana Menteri Narendra Modi, yang telah lama berkampanye untuk mengakhiri status khusus Kashmir, berharap langkah besar tersebut akan memperkuat cengkeramannya atas wilayah itu, tempat pemberontakan bersenjata berkecamuk sejak 1989.

Langkah itu juga meningkatkan ketegangan dengan Pakistan, yang mengklaim Kashmir sebagai bagian dari wilayahnya dan telah berjanji untuk memperjuangkan hak-hak rakyat Kashmir.

Pakistan hari Rabu telah mengusir duta besar India dan menangguhkan perdagangan bilateral dengan negara tetangganya itu.

Ribuan polisi paramiliter telah dikerahkan di Srinagar, sekolah-sekolah ditutup sementara sejumlah jalan serta daerah permukiman dibarikade.

Meski demikian, protes secara sporadis tetap saja terjadi, kata dua polisi yang tidak bersedia namanya diungkapkan karena keadaan yang sensitif.

Salah satu dari polisi tersebut mengatakan bahwa telah terjadi pelemparan batu di setidaknya 30 tempat di Srinagar sejak Selasa (6/8) malam. Akibatnya, sebanyak 13 orang dirawat di rumah sakit pemerintah akibat cedera.

Pada Rabu malam, markas lama Srinagar dikunci dan polisi antihuru-hara ditempatkan di titik-titik setiap beberapa meter. Pos pemeriksaan kawat berduri dipasang di setiap beberapa ratus meter.

Di dekat Masjid Jama, yang lama menjadi pusat protes di Srinagar, terjadi lemparan batu di setidaknya tiga lokasi.

Seorang saksi mengatakan bahwa ada juga pelemparan batu di daerah Bemina di barat laut Srinagar. Di daerah itu, beberapa jalan terhalang oleh tiang dan batu besar.

“Banyak orang yang marah,” kata salah satu petugas polisi dikutip Reuters.

Warga Kashmir menilai keputusan Modi menarik status khusus sebagai pelanggaran dan akan menyebabkan wilayah mereka dibanjiri orang-orang dari seluruh India, yang akhirnya bisa mengubah demografi wilayah tersebut.*

 

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:IndiaJammu-KashmirKashmirPakistan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Putra KH Maimoen Zubair Berterima Kasih kepada Habib Rizieq
Tulisan selanjutnya Kementerian Pertahanan Jerman Habiskan Anggaran Buat Bayar Konsultan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?