Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Semakin Banyak Warga Turun Jalan untuk Demonstrasi di Libanon Masuki Bulan Kedua

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 November 2019 12:34 12:34 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 November 2019 12:34
Bagikan
[Ilustrasi]
Bagikan

Hidayatullah.com-Ribuan warga Libanon kembali turun ke jalan memprotes pemerintah dan elit penguasa terkait gejolak politik dan ekonomi yang mengguncang negara itu.

Demonstrasi itu telah menyebar ke seluruh penjuru negara Mediterania itu sejak 17 Oktober, menyebabkan pengunduran diri Perdana Menteri Saad Hariri.

Demonstran menuntut perombakan total dari kelas politik dan mendesak dibentuknya pemerintahan teknokrat baru yang tidak berafiliasi dengan partai tradisional.

Para pengunjuk rasa mengecam segala hal mulai dari pengangguran hingga pemutusan aliran listrik dan mengatakan mereka muak dengan keluarga yang sama yang mendominasi institusi pemerintah sejak akhir perang saudara 1975-1990.

Belum ada tanggal yang ditetapkan untuk konsultasi parlementer yang diperlukan untuk membuka jalan bagi susunan kabinet baru dan negara tersebut dilumpuhkan oleh penutupan sekolah dan bank-bank.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada hari Ahad, ribuan warga Libanon membanjiri alun-alun utama di Beirut, Tripoli di utara dan kota pelabuhan selatan Sidon serta bagian lain negara itu.

Mereka mendedikasikan aksi mereka untuk “para martir” revolusi “- dua laki-laki yang kehilangan nyawa dalam protes.

“Hidup telah pahit selama bertahun-tahun dan hari ini orang-orang berada di jalan untuk mencapai tuntutan mereka,” kata pengunjuk rasa Kassem Kassem di Beirut.

Di Tripoli, Khaled Sabbagh, seorang pendemo, mengatakan mereka yang berkuasa telah berupaya, “namun gagal untuk menghindari tuntutan pemberontakan rakyat”.

“Kita harus mencegah upaya apapun yang bertujuan untuk memecah belah kita dan kita harus mendorong tuntutan kita dan tidak menyerah, tidak peduli berapa besar tekanan yang ada sampai rakyat menjadi pemenang,” katanya, sembari memperingatkan adanya “tantangan baru”.

Dibutuhkannya tokoh-tokoh independen

Beberapa jam sebelumnya, seorang kandidat independen Melhem Khalaf terpilih sebagai ketua Asosiasi Pengacara, mengalahkan rivalnya yang didukung partai politik, yang oleh warga Libanon disebut sebagai sebuah kemenangan bagi gerakan rakyat.

“Seribu ucapan selamat bagi para revolusioner,” sutradara Lucien Bourjeily mengatakan dalam tweetnya.

Para pengacara yang membantu memenangkan Khalaf bersorak gembira, meneriakkan “Revolusi! Revolusi!”

Khalaf mengatakan dia berharap terpilihnya dia dapat membuka jalan bagi para kandidat independen untuk dipilih dalam pekerjaan pemerintahan.

“Asosiasi Pengacara akan menjadi benteng kebebasan publik dan hak asasi manusia dan penjamin penegakan negara yang adil,” katanya.

Demonstrasi pada Ahad itu juga didukung oleh berita-berita terkait seorang mantan Menteri keuangan yang diperkirakan akan membentuk pemerintahan baru, telah mundur.

Pebisnis kaya berusia 75 tahun, Mohammad Safadi, Sabtu malam mengatakan akan sulit untuk membentuk pemerintahan yang “harmonis” dalam iklim saat ini.

Safadi – yang oleh para pengunjuk rasa dianggap sebagai lambang dari institusi yang korup dan tidak kompeten – mengatakan ia berharap Hariri, yang pemerintahannya masih dalam kapasitas sementara, akan dipulihkan.

Demonstrasi sebagian besar terjadi dengan damai, namun dua orang telah terbunuh sejak dimulainya demonstrasi.

Alaa Abu Fakhr, seorang ayah dari tiga orang anak berumur 38 tahun, meninggal pada Selasa setelah seorang petugas tantara menembak para pendemo yang memblokade jalanan di kota Khalde, Beirut selatan.

Korban meninggal lainnya, Hussein al-Attar, terbunuh pada demonstrasi awal ketika para pendemo menutup jalan menuju bandara.

Baca: Safadi Mundur dari Pencalonan Perdana Menteri Libanon

Tantangan Ekonomi

Pada hari Ahad, panglima militer Jenderal Joseph Aoun, dalam sambutan pertamanya sejak protes dimulai, mengutuk pemblokiran jalan yang “tidak berizin”.

Demonstrasi meletus secara spontan pada 17 Oktober setelah pemerintah mengumumkan rencana untuk mengenakan pajak panggilan melalui aplikasi telepon seluler gratis seperti WhatsApp.

Mereka didorong sebagian oleh kekhawatiran devaluasi mata uang dan kekurangan dolar setelah bank membatasi akses ke greenback, menyebabkan nilai tukar tidak resmi melonjak.

Pada hari Jumat, S&P Global Ratings menurunkan peringkat utang pemerintah Libanon, mengatakan krisis politik dan ekonomi kembar telah memukul kepercayaan investor dan membatasi model pendanaan pemerintah, yang bergantung pada aliran masuk deposito.

Lembaga pemeringkat Moody menurunkan peringkat utang negara Libanon awal bulan ini.

Bahkan sebelum protes dimulai, pertumbuhan ekonomi di Libanon anjlok setelah kebuntuan politik yang berulang dalam beberapa tahun terakhir, diperparah oleh perang di negara tetangga Suriah.

Utang publik mencapai lebih dari $ 86 miliar, atau lebih tinggi dari 150 persen dari PDB, menurut kementerian keuangan.

Bank Dunia mengatakan sekitar sepertiga warga Libanon hidup dalam kemiskinan dan telah memperingatkan bahwa ekonomi yang sedang berjuang dapat semakin memburuk jika sebuah kabinet baru tidak terbentuk dengan cepat – sebuah tantangan berat, di sebuah negara di mana pemerintah harus mempertahankan keseimbangan pengakuan yang peka.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:krisis LibanonLibanonMichel AounMohammad SafadiPM LibanonPresiden LibanonSaad Hariri
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Safadi Mundur dari Pencalonan Perdana Menteri Libanon
Tulisan selanjutnya Protes Kenaikan BBM Marak, Ali Khamenei justru Setuju Naikkan Harga

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Berita
5 Juni 2026 05:00
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?