Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

9 dari 10 Keluarga Pengungsi Suriah di Libanon Berada dalam Kemiskinan Ekstrim

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 22 Desember 2020 11:05 11:05 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 22 Desember 2020 11:05
Bagikan
TRTWorld
Bagikan

Hidayatullah.com — Sembilan dari 10 keluarga pengungsi Suriah di Libanon hidup dalam kemiskinan ekstrim. Demikian menurut sebuah laporan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dirilis pada Jumat, sementara “krisis semakin parah” di negara itu.

Dilansir Al Araby pada Ahad (20/12/2020), Libanon sedang terperosok dalam krisis ekonomi terparahnya dalam beberapa dekade. Mata uangnya anjlok, PHK besar-besaran, naiknya harga bahan pokok dan meningkatnya kemiskinan.

Negara itu menampung sekitar 1,5 juta pengungsi Suriah, termasuk satu juta orang yang terdaftar sebagai pengungsi di PBB. Pada 4 Agustus, salah satu ledakan non-nuklir terbesar di dunia menghancurkan sebagian besar pelabuhan Beirut dan menghancurkan sebagian besar ibu kota.

“Kemerosotan ekonomi, inflasi tajam, Covid-19 dan akhirnya ledakan Beirut telah mendorong komunitas yang rentan di Lebanon – termasuk pengungsi Suriah – ke tepi jurang,” kata pernyataan PBB, Jumat.

Menurut survei badan pengungsi PBB UNHCR, Program Pangan Dunia, dan badan anak-anak PBB, 89 persen keluarga pengungsi Suriah di negara itu kini hidup dalam kemiskinan ekstrem, dibandingkan 55 persen pada tahun sebelumnya.  Kenaikan tajam mencerminkan “krisis yang semakin parah yang dihadapi para pengungsi Suriah di Lebanon”, kata pernyataan itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pengungsi Suriah sekarang hidup dengan kurang dari 309.000 pound Lebanon per orang per bulan –  205 AS Dolar menurut nilai tukar resmi Lebanon, tetapi sekitar 38 AS Dolar pada nilai pasar gelap saat ini. Jumlah rata-rata hutang rumah tangga pengungsi Suriah telah meningkat 18 persen, dengan “membeli makanan” sebagai alasan utama akumulasi utang, kata laporan itu, menambahkan bahwa harga pangan di Lebanon telah “hampir tiga kali lipat” sejak Oktober tahun lalu.

Setengah dari keluarga yang disurvei menderita kerawanan pangan. Jumlah mereka naik dari 28 persen tahun sebelumnya, dan rumah tangga dengan pola makan yang tidak memadai meningkat dua kali lipat, menurut survei tersebut.

Badan-badan PBB memperingatkan bahwa “strategi penanggulangan” keluarga termasuk pernikahan dini anak-anak, menarik mereka dari sekolah dan mengirim mereka ke tempat kerja.  “Situasi pengungsi Suriah di Lebanon telah memburuk selama bertahun-tahun, tetapi temuan survei tahun ini merupakan indikasi dramatis betapa sulitnya bagi mereka untuk melewati hari esok,” kata Mireille Girard, perwakilan UNHCR di Lebanon.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Selamatkan Dirimu dengan Membaca!
Tulisan selanjutnya Tidak Ada Pilihan Vatikan Izinkan Penggunaan Vaksin Covid-19 yang Dibuat dari Sel Janin yang Diaborsi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan

Berita
13 Juni 2026 09:49
Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan

Terbaru

  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase
  • Pasokan Avtur Saudi ke Eropa Melebihi Sebelum Penutupan Selat Hormuz
  • Vape Piu Piu Bikin Pengguna Seperti Zombie, Kata Kepolisian Malaysia

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?