Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dulu Sekutu Washington, Eks Presiden Honduras Kini Terdakwa Kasus Narkoba di Amerika Serikat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 April 2022 14:19 2:19 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 22 April 2022 14:19
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Aparat antinarkoba US Drug Enforcement Administration (DEA) mengekstradisi eks presiden Honduras Juan Orlando Hernández ke New York, Amerika Serikat, di mana dia akan diadili sebagai terdakwa perdagangan narkoba dan kasus berkaitan dengan senjata api.

Petugas Kepolisian Nasional Honduras menyerahkan Hernandez yang terborgol tangannya ke agen-agen DEA di bandara Tegucigalpa, hanya dua bulan setelah dia ditangkap di rumahnya pada 15 Februari menyusul permintaan ekstradisi dari Departemen Kehakiman AS, lansir The Guardian Kamis (21/4/2022).

Hernández, 53, meletakkan jabatannya sebagai presiden pada 27 Januari setelah menjabat selama dua periode.

Jaksa dari Southern District di New York menuduhnya menerima uang suap jutaan dolar dari bandar-bandar narkoba agar mereka dielakkan dari jerat hukum. Dia didakwa dengan konspirasi perdagangan narkoba dan dua dakwaan berkaitan dengan senjata api, dengan total hukuman maksimal 40 tahun penjara.

Hernández diperkirakan akan menyatakan dirinya tidak bersalah atas dakwaan-dakwaan itu. Dia berulangkali membantah terlibat dalam perdagangan narkoba, dan menyebut tuduhan itu merupakan karangan para bandar narkoba yang tertangkap untuk mengurangi hukuman mereka sendiri dengan bersikap kooperatif terhadap aparat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Ini adalah balas dendam dari kartel-kartel, ini adalah plot yang diatur sehingga tidak ada lagi pemerintah yang akan melawan mereka,” kata Hernandez dalam sebuah surat yang ditulis tangan yang dipublikasikan bulan lalu.

“Bagian dari konspirasi itu adalah kampanye kebencian dan misinformasi. Namun, terbukti jelas kontradiksi para penjahat, dari persidangan demi persidangan, mereka berbohong dan bertentangan dengan diri mereka sendiri.”

Hernandez dianggap sebagai salah satu sekutu paling dekat Washington di periode pertama jabatannya, mendapatkan pujian dari para pejabat dan wakil presiden AS kala itu Joe Biden.

Namun, hubungan mesranya dengan Partai Demokrat AS berubah tegang setelah dia mencalonkan diri kembali pada 2017 dan penangkapan adiknya, bekas anggota legislatif Juan Antonio “Tony” Hernández, dalam dakwaan yang sama pada 2018. Tony Hernández kemudian dihukum dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup di pengadilan AS.

Ketika menjabat presiden, Joe Biden menjauhkan diri dari Hernandez dan mulai berusaha menjalin hubungan baik dengan presiden Honduras yang baru  Xiomara Castro, politisi kiri-tengah yang memenangi pemilu November 2021.

Ekstradisi Hernández – yang dulu dianggap sebagai sosok “tak tersentuh” di Honduras – merupakan ujian bagi pemerintahan Castro, yang pada saat kampanye berjanji akan memberantas perdagangan narkoba dan korupsi.

Aparat hukum AS menyusun berkas perkara Hernandez selama tiga tahun. Dia baru diminta diekstradisi tahun ini karena Departemen Kehakiman AS memiliki kebijakan tidak mendakwa presiden yang sedang menjabat.

Tahun 2012, sebagai ketua Kongres Nasional, Hernandez giat mengupayakan reformasi konstitusional agar warga Honduras bisa diekstradisi ke AS dalam dakwaan narkoba dan lainnya. Dia kerap mengutip perannya itu sebagai bukti bahwa dirinya tidak bersalah, karena bagaimana mungkin orang yang mengupayakan ekstradisi melalui Kongres akan berkonspirasi dengan bandar narkoba. Hernandez kini menjadi orang Honduras ke-30 yang diekstradisi ke AS.

Raja-raja narkoba di Amerika Latin sejak lama menginfiltrasi politik. Hernandez adalah presiden negara Amerika Latin pertama yang terjerat dakwaan narkoba.

Kasusnya mengingatkan orang pada bekas diktator Panama Manuel Noriega. Bekas jenderal itu diekstradisi pada Desember 1989 dengan dakwaan narkoba menyusul invasi pasukan Amerika Serikat untuk menggulingkan pemerintahannya. Seperti Hernandez, Noriega dituduh mengkhianati DEA. Dia dihukum dan mendekam di penjara hampir dua dekade.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatHernandezHondurasKorupsinarkobaNew Yorkpresidensenjata apisuap
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Khutbah Jumat: Masjid Al-Aqsha Memanggil Kita
Tulisan selanjutnya Jubir Luhut Angkat Bicara Soal Foto Viral dengan Tersangka Korupsi Minyak Goreng

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Dicabut, Zelensky Kembalikan Medali Penghargaan dari Polandia

Berita
21 Juni 2026 10:49
Al Jazeera Desak Masyarakat Internasional Hukum ‘Israel’ usai Pembunuhan Jurnalisnya
Kabar Mualaf Giancarlo Esposito: Aktor “Breaking Bad” Dilaporkan Memeluk Islam di Saudi
Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Terbaru

  • Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
  • Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
  • Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
  • Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
  • Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
  • Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
  • Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
  • Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran
  • Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah
  • Iman, Ilmu, dan Amal: Tiga Pilar Kebangkitan Umat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?