Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Hina Nabi Muhammad dan Aisyah, Partai Nasionalis Hindu India Dikecam Dunia

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 6 Juni 2022 13:48 1:48 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 6 Juni 2022 13:16
Bagikan
India Nabi Muhammad
Bagikan

Hidayatullah.com — Partai sayap kanan Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa di India saat ini menghadapi tekanan diplomatik setelah Qatar, Kuwait dan Iran memanggil utusannya. Langkah ketiga negara Arab itu diambil setelah dua politikus partai penguasa India itu menghina Nabi Muhammad SAW.

Daftar isi
  • Banjir Kecaman
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Nupur Sharma, juru bicara nasional BJP (sekarang diskors), membuat pernyataan yang menghina Nabi Muhammad dan istrinya Aisyah dalam sebuah debat di TV. Hal ini kemudian memicu gelombang kecaman baik di dalam maupun luar negeri.

Sementara juru bicara BJP lainnya yang juga kepala media partai Naveen Kumal Jindal dikeluarkan dari partai sayap kanan itu setelah membuat komentar menghina Nabi Muhammad di Twitter.

Dalam pernyataannya pada Ahad, Kemenlu Qatar mengatakan telah memanggil utusan India untuk menyuarakan “kekecewaan Qatar dan penolakan total serca kecaman atas pernyataan kontroversial tersebut.”

Menteri Luar Negeri Qatar Soltan bin Saad Al Muraikhi menyerahkan sebuah catatan kepada utusan India, menurut pernyataan kementerian.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Catatan itu menegaskan bahwa “pernyataan menghina ini akan mengarah pada hasutan kebencian agama, dan menyinggung lebih dari dua miliar Muslim di seluruh dunia.”

Doha mengharapkan “permintaan maaf publik dan kecaman segera atas pernyataan ini,” dari pemerintah India, tambahnya.

Sementara, menanggapi pernyataan-pernyataan menghina pejabat dari partai penguasa India, Mufti Besar Oman berkata, “Perkataan kurang ajar dan cabul dari juru bicara resmi partai ekstremis yang berkuasa di India terhadap Nabi dan istrinya yang suci Aisyah adalah perang melawan setiap Muslim di timu dan barat bumi, dan ini adalah masalah yang menyerukan semua Muslim untuk bangkit sebagai satu bangsa.”

Syeikh Al-Khalili juga menyerukan boikot produk India di negara Arab.

Banjir Kecaman

Partai penguasa, BJP, berusaha menjauhkan diri dari pernyataan jubirnya dengan menskors Sharma dan mengeluarkan Jindal. Menjawab “permintaan maaf publik” Qatar, India mengatakan pernyataan tentang Nabi Muhammad dibuat oleh “elemen pinggiran” dan tidak mencerminkan pandangan pemerintah.

Partai pimpinan Modi, yang sering dituduh bertindak melawan minoritas Muslim di dalam negeri, mengklaim “menghormati semua”.

Pemerintah Arab Saudi dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI), yang berbasis di Saudi, pada Ahad juga mengutuk pernyataan jubir BJP yang menghina Nabi Muhammad SAW.

OKI mengatakan pernyataan menghina itu datang dalam “konteks mengintensifkan kebencian dan pelecehan terhadap Islam di India dan praktik sistematis terhadap Muslim”.

Pakistan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya mengutuk dalam “istilah sekeras mungkin” atas pernyataan yang sangat menghina itu. “Pakistan sekali lagi menyerukan kepada masyarakat internasional untuk segera mengetahui situasi Islamofobia yang menyedihkan di India,” katanya.

Sementara itu, Departemen Asia Selatan Kementerian Luar Negeri Iran juga mengatakan bahwa duta besar India di Teheran dipanggil untuk mendaftarkan protes Iran atas pernyataan menghina tersebut.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Kuwait mengatakan telah memanggil duta besar India dan menyerahkan nota protes, yang menyatakan “penolakan dan kecaman kategoris” atas komentar yang menghina itu.

Afghanistan menjadi negara terbaru yang mengutuk komentar menghina tersebut.

“Imarah Islam Afghanistan mengutuk keras penggunaan kata-kata menghina Nabi Suci Islam oleh seorang pejabat partai yang berkuasa di India,” kata juru bicara Taliban Afghanistan Zabihullah Mujahid.

“Kami mendesak pemerintah India untuk tidak membiarkan orang-orang fanatik seperti itu menghina agama suci Islam dan memprovokasi perasaan umat Islam”.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:IndiaNabi Muhammad SAWPartai Bharatiya JanataPenghina Nabi Muhammad
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya fadli zon Kontroversi Penghinaan Nabi Muhammad SAW, Fadli Zon Minta Menlu RI Panggil Dubes India
Tulisan selanjutnya Formula E Jakarta Larang Logo Bir Hingga Selebrasi Tanpa Sampanye, Ini Fakta Seputar Formula E Jakarta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Prancis dan Jerman Sepakat Kelola Bersama Perusahaan Senjata KNDS

Berita
23 Juni 2026 00:02
Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober

Terbaru

  • Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
  • Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
  • Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
  • Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
  • Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
  • Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
  • Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
  • Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran
  • Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah
  • Iman, Ilmu, dan Amal: Tiga Pilar Kebangkitan Umat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?