Hidayatullah.com–Tiga faksi militer Suriah bersatu pada hari Rabu untuk membentuk kekuatan tempur dengan 100.000 kekuatan, yang diklaim sebagai entitas oposisi militer terbesar terhadap rezim Bashar al Assad di Suriah di Hama dan wilayah barat laut Idlib.
Menurut sumber di oposisi Suriah, Front Pembebasan Suriah (SLF) dan Brigade Suqour al-Sham bergabung dengan Front Nasional untuk Pembebasan Suriah yang berafiliasi dengan Tentara Pembebasan Suriah (FSA).
Sumber-sumber mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pengembangan ditujukan untuk penyatuan faksi-faksi FSA dalam satu entitas.
Front Pembebasan Nasional akan terus beroperasi di bawah Fadlallah al-Haji.
Suriah tekepung dalam perang sipil yang ganas sejak Rezim Bashar al Assad melawan rakyatnya sendiri yang menginginkan reformasi (tsaurah) dengan senjata sejak awal 2011., ketika rezim Assad menindak keras protes pro-demokrasi dengan keganasan yang tidak terduga.
Hal ini menyebabkan konflik militer antara kelompok pejuang oposisi Suriah dan rezim Bashar al Assad atas wilayah negara yang dilanda perang. Iran telah mendukung rezim Bashar al Assad dengan mengirim milisi Syiah berbagai negara sementara Rusia melakukan intervensi pada September 2015.
Baca: Lima Fraksi Pejuang Suriah Membentuk Hai’ah Tahrir al-Syam
Pembicaraan damai diluncurkan di Jenewa pada tahun 2012 yang bertujuan untuk menemukan solusi politik bagi konflik sementara pembicaraan Astana dimulai pada 2017 membahas gencatan senjata yang telah rapuh sejauh ini.
Ratusan ribu warga sipil telah tewas dalam konflik terutama oleh serangan udara rezim yang menargetkan daerah-daerah yang dikuasai oposisi sementara jutaan lainnya mengungsi.
Selama konflik, banyak pihak internasional menuduh rezim Assad menargetkan warga sipil Suriah dengan senjata kimia.*