Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Maunya Kampanye, Jadinya Kelabakan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Juli 2005 14:06
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Wacana liberalisme nampaknya tidak hanya menjadi diskusi di media massa, Muktamar Muhamadiyah ke-45 di Malang sejumlah anggota peserta Muktamar mulai mensosialisasikan ide liberalisme di tubuh organisasi yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan itu.

Ini terbukti, di hari pertama Muktamar, Senin (4/7) siang kemarin, sejumlah simpatisan dan pendukung Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) mengadakan dialog bertema "JIMM Rahmat atau Laknat" dengan mengundang tiga nara sumber dari JIMM; Pradana Boy ZTF, dosen UMM, Prof. Dr. Amin Abdullah, Rektor IAIN Yogyakarta, Syamsul Arifin, Kepala PSIF Universitas Muhammadiyah Malang. Ketiganya adalah tokoh muda Muhammadiyah yang selama ini menginginkan adanya ide liberalisme di tubuh Muhammadiyah melawan kelompok tua, Dr. Yunahas Ilyas, Lc, Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang selama ini dikenal penentang masuknya gagasan sekularisme-liberalisme di Muhammadiyah.

Sayangnya, diskusi yang diadakan di ruang Media Centre dan dipenuhi wartawan itu hanya dihadiri pentolan JIMM, Pradana Boy dan Nidhom Hidayatullah. Pembicara yang lain tidak datang.

Dalam diskusi tersebut, aktivis JIMM Boy Pradana dan Nidhom Hidayatullah mengatakan bahwa sebagai wadah intelektual muda, JIMM merasa mendapat serangan dari tokoh-tokoh tua Muhammadiyah yang tidak setuju dengan tradisi intelektual yang dikembangkan JIMM.

Misalnya, ketika JIMM membuka wacana hermeneutika dalam Al-Qur’an, pluralisme agama yang disebutnya sebagai pembaharuan pemikiran kalangan muda muda Muhammadiyah.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Para sesepuh Muhammadiyah, ujar Boy, mentah-mentah menolaknya. Alasan Boy, penolakan tersebut biasanya  tidak didasari oleh alasan yang ilmiah.

Boy lantas menekankan pentingnya ummat Islam belajar agama ke Barat karena saat ini merekalah yang menguasai peradaban Barat. 

Pernyataan mahasiswa The Australian National University (ANU), ini mengundang reaksi dari peserta. Seorang peserta, pada sesi tanya jawab menyangkal pernyataan Boy yang mengharuskan ummat Islam belajar ke Barat.

"Ummat Islam memang tidak salah belajar  ke Barat, tapi bukan belajar agama, belajar sains dan ilmu pengetahuan.  Kalau ummat Islam belajar agama maka akan menimbulkan masalah, karena epistimologi Barat dan Islam berlawanan. Epistiemologi dalam Islam adalah  bagian dari aqidah Islam. Sehingga mempelajari ilmu apapun harus merujuk pada Al-Qur’an dan Hadits, " ujar M Al-Khaththat yang juga Ketua DPP HTI.

Belum mampu menyanggah pernyataan itu, Boy sudah mendapat serangan dari peserta lain. Seorang peserta asal Surabaya, Bahrul Ulum, memprotes pernyataannya yang mengatakan perlunya kajian hermeunetika dalam Al-Qur’an dan pluralisme agama. Menurutnya, hermeneutika itu tidak tepat diterapkan ke Al-Qur’an, karena lebih tepat dilakukan terhadap Bible yang memang sejak semula banyak masalah.

"Ada perbedaan yang sangat siqnifikan antara Al-Qur’an dan Bible, " ujar pria yang juga peminat kristologi ini. Dalam kajian hermeneutika, ujarnya, pembahasan pertama yang dikupas adalah tentang keaslian dan keotentikan kitab suci.

Dalam kasus Bible,  ujarnya, teolog kenamaan seperti Robert Funk, profesor perjanjian baru dengan tegas mengatakan bahwa teks-teks Bible itu bermasalah. Banyak ayat-ayat dalam Bible tidak tercatat dalam teks kuno abad pertama dan kedua, tapi tiba-tiba muncul pada abad kemudian. Untuk meluruskan hal ini perlu dilakukan analisa dengan menggunakan ilmu hermeunetika. Sedang hal itu tidak terjadi pada Al-Qur’an.

"Semua ulama Islam sepakat bahwa Al-Qur’an itu kalamullah dan otentik adanya. Ia bukan bikinan Nabi Muhamamd SAW, karena beliau itu ummi. Kemudian sejak pertama diturunkan, Al-Qur’an tidak hanya ditulis tetapi juga dihafal. Sehingga keotentikannya dapat terjaga. Jadi sangat keliru menggunakan metodologi hermeneutika ke dalam Al- Qur’an," ujar pria dua anak ini menyangkal Boy.
 
Boy juga mendapat serangan soal pernyataanya yang mengatakan keharusan pluralisme agama. Seorang peserta mengatakan bahwa selama ini kelompok mengaku Islam liberal memaksakan istilah yang salah kepada umat dengan mencampuradukkan istilah pluralisme dengan pluralitas. Boy juga sempat mengatakan Nabi Muhammad itu adalah liberal.

"Pluralisme adalah sebuah paham yang mengacu pada agama sipil (civil religion) di Barat yang jelas bertentangan dengan Islam. Dalam paham tersebut sebuah aturan didasarkan pada  kesepakatan masyarakat. Jika perilaku homoseksual atau lesbia disepakati boleh oleh masyarakat, maka ia boleh dilakukan. Ini jelas betentangan dengan Islam yang menolak tegas kedua perilaku amoral tersebut, " ujarnya. "Islam menghargai pluralitas tetapi menolak paham pluralisme yang menganggap semua agama sama", tambahnya.

Hingga akhir diskusi jawaban para aktivis JIMM dianggap peserta lain tak ada ujungnya. "Ya tapi liberal yang diinginkan JIMM tidak sama dengan liberalisme ala JIL (Jaringan Islam Liberal), " tandas Boy.

Alih-alih sedang kampenye liberal, apa lacur malah kelabakan. Bahkan hingga akhir diskusi kampanye aktifis JIMM tersebut tetap mendapatkan perlawan seru dari peserta. Ujungnya, moderator beralasan waktunya tak mencupi.

Usai acara, Hidayatullah.com sempat mengontak Yunahar Ilyas yang tidak menghadiri undangan JIMM itu. "Ah, saya sudah tau arahnya. Itu pasti kampanye. Saya menganggap tak ada manfaatnya. Apalagi, istilahnya, saya ‘dikeroyok’ 3:1, " ujarnya pendek. (bul/amz/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya IRM Dukung Ide Liberalisasi Pemikiran
Tulisan selanjutnya IRM Protes Hiburan Erotis Muktamar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?