Hidayatullah.com–Imam Besar Masjid Al-Amin, Beirut, Syeikh Amin Kurdi yang juga menjabat Sekretaris Jenderal Darul Fatwa (Kementerian Agama) Libanon, meyumbang 5.000 kitab suci Al-Quran berikut cakram CD untuk dibagikan kepada kaum muslimin di Indonesia.
Syeikh Amin Kurdi juga menyampaikan keinginan pemerintahnya untuk mempererat hubungan dan kerja sama di bidang keagamaan dengan Indonesia, demikian siaran pers KBRI Beirut yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa (13/4).
Sumbangan kitab suci tersebut disampaikan kepada Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar RI (KBRI) Beirut, R.A. Arief di Beirut baru baru ini, saat Amin Kurdi bertamu ke KBRI Beirut yang memang sering dikunjungi ulama dan tokoh dari berbagai sekte dan agama di Libanon.
“Kami bersyukur jika hadiah ini dapat diterima oleh saudara-saudara muslim di Indonesia. Hadiah ini bagian dari wujud `saling cinta antara sesama saudara muslim,” ujarnya .
Syeikh Kurdi kemudian menambahkan, ”Hadiah yang paling mulia dan bermakna bagi umat Islam adalah Al-Quran”. Mushaf Quran tersebut merupakan sumbangan dari mahasiswa-mahasiswa Libanon pecinta Indonesia yang dikordinasikan oleh Kementerian Agama Libanon.
KBRI Beirut menyampaikan ucapan berterima kasih dan akan meneruskan hadiah tersebut kepada lembaga terkait di Indonesia untuk didistribusikan.
”Kami berharap hubungan positif ini akan terus terbina dan hadiah Quran akan menciptakan kontak batin antara dua masyarakat muslim yang terpisah oleh jarak ribuan mil ini,” kata R.A. Arief kepada Syeikh Amin.
Pada kesempatan bertamu di KBRI Beirut, Imam Besar Syeikh Kurdi yang juga tokoh ulama sunni terpandang di sana, menyampaikan terima kasih kepada bangsa Indonesia atas dukungan pemerintah dan masyarakat Indonesia kepada Libanon dalam berbagai hal.
“Ibarat saudara tua, Indonesia dengan mayoritas muslim moderatnya sangat dekat di hati kami, karena selalu mendukung isu-isu perdamaian dan keadilan, serta konsisten membela umat Islam menghadapi agresor seperti Israel,” jelas Syeikh Kurdi.
Ulama yang sehari-hari juga mengajar di Universitas Darul Fatwa ini menyampaikan pandangan positifnya terhadap Indonesia, hasil pengamatannya saat berkunjung ke tanah ari menghadiri Muktamar NU di Makassar bulan lalu.
Pada kesempatan itu , Syeikh Kurdi bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Agama Suryadharma Ali. Kepada koleganya, KUAI KBRI, R.A. Arief menyatakan bahwa Muslim Indonesia yang moderat, mengedepankan dialog dan toleransi telah mampu menjadi perekat kuat persatuan bangsa Indonesia dengan beragam agama dan etnik. Kondisi ini patut dibanggakan oleh bangsa Indonesia.
“Di saat sebagian dunia melihat Islam sebagai sumber terorisme dan ekslusifisme, muslim Indonesia yang moderat mampu memberi kesan berimbang dan bahkan semakin menegaskan Islam sebagai agama yang rahmatall lil `alamin,” katanya. [ant/hidayatullah.com]