Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Penambahan Utang Kukuhkan Kontrol Asing

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Agustus 2010 20:08
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintah dinilai tidak memiliki alasan kuat untuk menambah utang guna menutup defisit anggaran 2011 karena asumsi pertumbuhan ekonomi tidak terlalu ekspansif.

Defisit bisa didapatkan dari efisiensi anggaran. Kebijakan anggaran negara yang defisit justru menyebabkan kontrol pelaku pasar surat utang dan kreditor asing yang lebih besar terhadap biaya pinjaman dan kebijakan anggaran RI.

Pasalnya, posisi tawar mereka terhadap pemerintah menjadi lebih kuat di saat Indonesia membutuhkan dana. Pengamat keuangan negara dari Koalisi Anti Utang, Dani Setiawan, mengemukakan hal itu di Jakarta, Kamis (19/8).

 “Sebenarnya tidak beralasan menambah utang baru, baik melalui penerbitan obligasi maupun pinjaman luar negeri, karena target pertumbuhan RAPBN 2011 konservatif,” jelas dia.

Menurut Dani, asumsi pertumbuhan ekonomi 6,3 persen pada 2011 mencerminkan pesimisme pemerintah sehingga utang tidak perlu ditambah jika hanya untuk instrumen investasi.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Total utang pemerintah pada akhir 2011 diperkirakan 1.807,5 triliun rupiah. Meningkat dibandingkan perkiraan sampai akhir 2010 yang 1.688,3 triliun rupiah. Total penerbitan obligasi negara diperkirakan 1.197,1 triliun rupiah atau meningkat dibandingkan perkiraan akhir 2010 yang 1.077,1 triliun rupiah.

Sementara utang luar negeri sampai akhir 2011 diperkirakan 610,4 triliun rupiah atau turun dibandingkan perkiraan akhir 2010 sebesar 611,2 triliun rupiah.

Dani juga berpendapat penerbitan obligasi negara belakangan ini hanya untuk menampung dana asing jangka pendek atau hot money yang mengalir ke pasar keuangan Indonesia yang masih menjanjikan keuntungan tinggi.

Oleh sebab itu, Dani mengimbau pemerintah untuk konsisten mewujudkan anggaran berimbang dan mengurangi utang. Dengan anggaran berimbang, pemerintah memiliki kapasitas lebih untuk pembangunan.

“Apabila tidak ada lagi pembayaran cicilan utang, maka masalah pengangguran dan kemiskinan dapat terselesaikan,” katanya.

Disikapi Kritis

Sebelumnya, International NGO Forum on Indonesia Development (INFID) mengingatkan, meski rasio utang Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) turun, dalam kenyataannya nominal total utang terus meningkat dan menjadi beban APBN.

Manager Program INFID, Wahyu Susilo, menyebutkan, dalam lima tahun ke depan setidaknya setiap tahun Indonesia harus mengalokasikan 100 triliun rupiah untuk pembayaran bunga dan cicilan utang.

INFID juga menilai, pernyataan Bank Pembangunan Asia atau ADB mengenai posisi utang luar negeri Indonesia yang tidak perlu dikhawatirkan harus disikapi dengan kritis.

Walau PDB Indonesia tinggi, ternyata tidak seluruhnya milik Pemerintah Indonesia. Penghitungan PDB masih menyertakan kepemilikan dan kekayaan asing di Indonesia.

Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo mengatakan, pemerintah akan menjalankan kebijakan pengelolaan utang secara hati-hati. Kebijakan utang itu mengutamakan penerbitan obligasi berdenominasi rupiah di pasar dalam negeri.

Dengan langkah tersebut, pemerintah bisa mengurangi risiko mata uang. Sementara untuk utang luar negeri, pemerintah akan tetap mengambil dengan prioritas kepada sumber yang efisien, risiko rendah, dan tanpa agenda politik.

“Dengan pengelolaan utang yang baik, maka rasio utang terhadap PDB akan terus turun. Pada 2011, rasio utang terhadap PDB diperkirakan turun menjadi 26 persen dari 27,8 persen pada 2010,” kata Agus.

Sebagai komitmen pemerintah mewujudkan anggaran negara yang sehat, defisit tidak akan melebihi tiga persen dari PDB. Keseimbangan primer tetap positif, dan rasio utang terus menurun.

Meskipun pinjaman yang jatuh tempo cukup besar, yakni 110 triliun rupiah, anggaran tetap terkelola dengan baik. Untuk menutup utang jatuh tempo, pemerintah menyiapkan langkah refinancing dengan memberdayakan sumber dari dalam negeri. [kjk/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Buat Karikatur Holocaust Didenda, Lecehkan al-Quran Bebas
Tulisan selanjutnya Dilarang Cukur di Halaman Masjidl Haram

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?