Hidayatullah.com–Pemerintah Republik Indonesia mengutuk keras peristiwa pengeboman yang terjadi di Norwegia pada Jumat (22/7) lalu. Bagi Indonesia, peristiwa itu membuktikan bahwa aksi terorisme tidak hanya terjadi di negara berkembang. Di negara maju pun dapat terjadi dan dilakukan oleh kelompok mana pun.
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (25/7).
Tindakan yang menewaskan 93 orang itu dengan luka-luka 90 orang dianggap tidak berperikemanusiaan. Secara resmi, Pemerintah Indonesia pun telah mengirimkan surat dukacita kepada Pemerintah Norwegia.
“Atas nama pemerintah, negara dan rakyat Indonesia, saya menyampaikan rasa dukacita kepada pemerintah dan rakyat Norwegia atas terjadinya serangan kembar terorisme yang dilaksanakan di kota Oslo dan juga di Pantai Utoya yang mengakibatkan korban jiwa sebanyak 93 orang dan luka-luka berat ataupun ringan lebih dari 90 orang. Indonesia mengutuk aksi-aksi terorisme yang tidak berperikemanusiaan seperti itu,” kata Presiden.
Ia menegaskan dengan aksi itu membuktikan aksi-aksi terorisme dapat terjadi di mana saja, kapan saja, dan dilakukan oleh kelompok mana pun. Aksi seperti itu pun tidak terbebas dari agama, suku, bangsa ataupun identitas. Siapa pun bisa lakukan itu tanpa peduli korban.*