Hidayatullah.com–Menteri Agama Suryadharma Ali merasa yakin tambahan kuota haji sebanyak 27 ribu bagi jemaah haji Indonesia dapat dikabulkan Pemerintah Arab Saudi. Untuk itu pihaknya berharap agar tambahan kuota dapat diberikan sebelum pelaksanaan haji 2011, sehingga memudahkan pendistribusiannya mengingat daftar tunggu masih panjang.
Pernyataan tersebut disampaikan Menag usai menerima Duta Besar Kerajaan Arab Saudi, Abdulrahman Muhammad Amin Al Khayyath, didampingi Konsul Keagamaan Abdul Aziz Ar Riqab, di Jakarta, Senin (11/7). Pada pertemuan itu Menag Suryadharma Ali didampingi Sekjen Kemenag Bahrul Hayat dan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Slamet Riyanto.
Menag mengatakan, kuota dasar Indonsia adalah 211 ribu. Jika tambahan 27 ribu dapat dikabulkan, maka akan mengurangi daftar tunggu jemaah haji Indonesia yang setiap tahun terus bertambah. Hanya saja ia minta agar tambahan tersebut dapat diberikan jauh hari sehingga pengaturannya akan lebih mudah.
Jika tambahan kuota tersebut disampaikan lebih awal, pihak Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dapat secepatnya mempersiapkan penambahan jumlah pemondokan di Mekkah dan Madinah, termasuk pula kemudahan bagi pemerintah Arab Saudi dalam mempersiapkan tenda yang ada di Mina.
Tambahan kota haji tersebut juga akan disalurkan bagi haji reguler dan haji khusus. Namun ia tak menjelaskan komposisi perimbangan besar kecilnya haji reguler dan khusus. Yang jelas, menurut dia, Dubes Arab Saudi memberi apresiasi terhadap jemaah haji Indonesia yang dalam setiap kali penyelenggaraan haji berlaku tertib dan berdisiplin.
Menag menjelaskan pula tentang rencana pesawat haji dapat membantu pemulangan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang over stay di Arab Saudi. Permintaan ini dinilai tepat sebagai solusi atas permasalahan TKI di Arab Saudi. Untuk itu, Dubes Arab Saudi minta agar pemerintah Indonesia mengirim surat kepada pemerintah Arab Saudi agar permohonan ini dapat segera direalisasi.
Beberapa hal yang dibicarakan dalam pertemuan itu, menurut Suryadharma Ali, mencakup pelayanan di Bandara yang pada tahun lalu dirasakan perlu diperbaiki. Pada musim haji lalu, jemaah haji Indonesia di bandara hanya mendapat satu pintu. “Kita minta, hal ini perlu ditambah,” kata Suryadharma Ali.
Dubes Arab Saudi dalam keterangan terpisah mengatakan, pihaknya akan memberi pelayanan optimal bagi jemaah haji Indonesia. Ia berharap koordinasi dengan pemerintah Indonesia terus dapat ditingkatkan, utamanya dalam pengurusan visa.
Duta Besar Kerajaan Arab Saudi, Abdulrahman Al Khayyat juga memuji kedisiplinan jemaah haji. Untuk itu pada penyelenggaraan haji mendatang pihaknya berharap hal seperti itu terus dapat dipertahankan.
Di luar jemaah haji, menurut Menteri Agama, jumlah jemaah umroh pada 2011 hingga kini sudah tercatat 250 ribu. Diperkirakan menjelang Ramadhan akan mendekati angka 250 ribu. “Ini pertanda ekonomi Indonesia makin baik,” ia menambahkan.
Terkait dengan ongkos haji atau Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), Menag mengatakan, hingga kini belum dapat diputuskan. Hal ini disebabkan masih belum selesainya proses penetapan maskapai penerbangan untuk mengangkut jemaah haji. Ada tiga maskapai yang sudah mengajukan, yaitu Garuda, Saudi Arabia, dan Batavia.
Selain itu, juga masih belum rampungnya pembahasan dengan Komisi VIII DPR RI. Ia berharap dalam pekan depan ongkos haji sudah dapat ditetapkan.*