Hidayatullah.com–Pasca kedatangan mantan Wakil Presiden Mohammad Jusuf Kalla ke Myanmar, kondisi Muslim Rohingya belum juga membaik. Hal ini disampaikan oleh Muhammad Hasyim, seorang warga Rohingya yang telah mendapat suaka menetap di Medan, Indonesia.
Menurut Hasyim banyak kedustaan yang disampaikan pemerintah Myanmar pada Ketua Palang Merah Indonesia (PMI), Mohammad Jusuf Kalla. Salah satu kebohongan itu adalah pengungkapan fakta jumlah Rohingya yang terbunuh.
“Pemerintah Myanmar bilang hanya 80, padahal di pedalaman Myanmar ada puluhan Ribu Rohingya dibantai etnis Burma. Di kampung saya sendiri yang dibunuh sampai 272 orang,” jelasnya kepada hidayatullah.com usai kegiatan “Simpati untuk Muslim Rohingya, mencari solusi hukum bagi Kaum Muslimin Rohingya” di Auditorium Arifin Panigoro, Universitas Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sabtu (15/09/2012) kemarin.
Bahkan setelah Jusuf Kalla kembali ke Indonesia, pembunuhan terhadap Muslim Rohingya tetap dilakukan. Hal ini banyak tidak diketahui oleh orang luar karena pembantaian tersebut terjadi daerah pedalaman.
Sementara Jusuf Kalla dan Istri Perdana Menteri Turki hanya berkunjung ke tempat pengungsi dikota.
“Seandainya mereka bisa masuk ke pedalaman, mereka akan lihat bagaimana desa-desa kami yang habis dibakar,” jelasnya lagi.
Hasyim juga menjelaskan Muslim Rohingya adalah mayoritas di daerah Mondo, Arkan, Busdong hingga beberapa kota lainnya.
Jumlah Muslim Rohingya bahkan 100% di kota-kota tersebut. Ketakutan etnis Burma Budha menuduh tanpa alasan pertumbuhan itu sebagai pertumbuhan terorisme. Dari situ lahir provokasi anti rohingya. Itulah dasar kenapa pengusiran Muslim Rohingya itu gencar dilakukan hingga hari ini.*