Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Kondisi Budaya Indonesia Makin tak Jelas Arah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Oktober 2012 16:16
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Anggota DPD RI, Abdi Sumaithi mengevaluasi kondisi budaya Indonesia yang tak jelas ke mana arahnya. Hal itu terungkap dalam seminar nasional yang digelar DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), di Hotel Grand Sahid Jaya, bertajuk “Strategi Penguatan Budaya Nasional melalui Jalur Politik dan Sosial Kemasyarakatan”.

“Sebelum strategi penguatan budaya, sebenarnya perlu disusun politik kebudayaan. Ironisnya, RUU Kebudayaan belum digarap, tapi UU Cagar Budaya yang merupakan turunannya sudah lahir lebih dulu,” ujar Abdi. “Sama ironisnya dengan UU Perlindungan Satwa Langka yang lahir jauh sebelum UU Guru. Kita masih terpaku pada aspek fisik, bukan substansi nilai.”

Dalam seminar itu tampil pula Taufik Ismail dan Ferrasta ‘Pepeng’ Soebardi selaku budayawan. Pepeng menyampaikan pengalaman hidupnya setelah menempuh ‘kebudayaan’ baru di atas ranjang dan kursi roda selama 7 tahun akibat menderita penyakit Multiple Schlerosis.

“Budaya itu pola perilaku, karena itu perlu sumber, standar dan aktivitas yang dilakukan secara kontinyu. Kita bisa melakukan hal yang sama selama bertahun-tahun, tapi dengan kualitas berbeda. Dari sana muncul kreasi dan kesadaran baru sebagai manusia,” ungkap Pepeng, presenter yang tetap aktif memberi konsultasi dan menulis buku berjudul “That’s All” bersama isterinya, Tami. Saat ini buku baru sedang ditulis.

Sementara itu, Taufik Ismail membacakan puisi bertajuk “600.000 Jamaah Haji” yang bercerita tentang tukang sepatu di Damaskus, Suriah. Sosok bersahaja itu muncul dalam mimpi ulama terkenal Abdullah bin Mubarak, karena disebut malaikat mendapat pahala ibadah haji, meski tidak sempat menunaikan ritual haji.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Ternyata setelah diselidiki, tukang sepatu itu menginfaqkan tabungan haji selama 20 tahun untuk menyelamatkan janda miskin yang kelaparan bersama anaknya. Haji wajib seumur hidup sekali, sedang berinfaq bisa setiap hari, tanpa mengurangi bobotnya,” simpul Taufik. Budaya hidup sederhana dan tolong-menolong itulah yang hari ini semakin menghilang.

Tenaga Ahli Menteri Sosial, Sapto Waluyo, juga tampil sebagai narasumber memaparkan jalur sosial untuk penguatan budaya nasional.

“Sejak awal pelantikan KIB II, Mensos Salim Segaf al Jufri menegaskan fondasi pembangunan sosial yang dibangun adalah jati diri bangsa (gotong royong dan kesetiakawanan). Di atas fondasi nilai itu didirikan SDM yang handal dalam melaksanakan tugas utama (rehabilitasi, pemberdayaan, perlindungan dan jaminan sosial, serta penanggulangan kemiskinan). Tanpa fondasi nilai/budaya yang kokoh, maka kesejahetaraan dan ketahanan sosial tidak akan terwujud,” jelas Sapto.

Sapto menyepakati perlunya kejelasan politik kebudayaan sebelum menyusun strategi. “Kita sering mendengar pepatah Jawa soal godaan 3 Ta (harta, tahta dan wanita). Padahal, dalam budaya Jawa ada Ta keempat, yaitu Waskita yang mampu mengendalikan segala godaan dan tantangan. Hal itu jarang diuraikan. Begitu pula penyakit sosial Mo-limo (maen, minum, madat, madon, maling) sesungguhnya bisa dihadapi dengan Mo keenam, yakni Mawas diri,” ungkap Sapto.

Reinterpretasi budaya lokal memang harus dilakukan agar memperkuat budaya nasional yang maju, berdaya saing tinggi dan relevan dengan tuntutan zaman.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Keluarkan PP Pelaksanaan Ibadah Haji
Tulisan selanjutnya Kampanye Homoseksualitas: Antara Toleransi dan Relativisme

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?