Hidayatullah.com–Kasus dugaan korupsi yang menimpa Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) menjadi sorotan Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI). Sekjen MIUMI, Bachtiar Nasir, LC, berharap umat Islam jangan mudah menyimpulkan apalagi ditunggangi media. Ia berpendapat masalah LHI dikhawatirkan memiliki target yang lebih besar, khususnya berkaitan dengan dakwah di Indonesia.
“Ujung ujungnya akan mengkerdilkan kepentingan-kepentingan Islam selanjutnya,” jelasnya kepada hidayatullah.com usai pengajian rutin di Al-Quran Learning (AQL) Islamic Center, Kamis (31/01/2013).
MIUMI mengaku tidak akan meragukan kredibilitas KPK. Bachtiar bahkan menilai KPK sudah menjalankan fungsinya dengan baik.
Bachtiar mengibaratkan PKS hanya sebagai tebu dan KPK adalah mesin tebu. Ia menjelaskan tebu tidak mungkin berjalan sendiri ke mesin penggilingnya.
“Pasti ada yang membawa tebu itu ke mesin penggiling. Si pembawa inilah yang sebenarnya memiliki kepentingan atas pencitraan PKS dan pengalihan isu lainnya,” tambah Bachtiar.
Bachtiar menjelaskan, di mata MIUMI, sosok LHI adalah orang yang baik. LHI, dinilai telah berdakwah di parlemen maupun secara pribadi di masyarakat.
“Dia orang yang sangat lembut. Dia bisa menyambung komunikasi generasi muda dan tua di PKS,” jelasnya.
Karenanya Bachtiar menilai, isu korupsi terhadap LHI terlepas benar atau salahnya jelas akan berimbas kepada wajah Islam di Indonesia. Karenanya, ia meminta umat jangan gegabah dengan provokasi kelompok manapun yang mengekspose berita ini secara berlebihan.
“Bukan hanya PKS yang dirugikan, tapi kita semua umat Islam harus ikut merasa dirugikan,” tambahnya lagi.
Ia mengingatkan agar umat Islam harus segera bersatu, jangan sampai sampai kita mengekspose aib saudara kita secara berlebihan.
Sebelum ini, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr Din Syamsuddin mengatakan, penangkapan dan penetapan tersangka LHI oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan berdampak pada citra partai Islam.*