Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Wartawan Senior: Pers Indonesia Mundur, Kayak Juru Kampanye

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 16 Juli 2014 09:01 9:01 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 16 Juli 2014 09:01
Bagikan
Amran Nasution, mantan redpel Tempo dan redaktur Gatra
Bagikan

Hidayatullah.com– Wartawan senior Amran Nasution menilai posisi pers di Indonesia masih ketinggalan. Penilaian ini didasari fenomena subyektifnya media-media massa pada Pilpres 2014 yang disebutnya seperti kampanye tim sukses.

“Itu sangat menyedihkan. Jadi mestinya media itu kan tidak usah berpihak ya. Sehingga berita-beritanya bisa terus obyektif,” ujarnya saat dihubungi hidayatullah.com di Jakarta, Selasa (15/07/2014) malam.

Amran bahkan sempat menyebut media-media nasional yang dinilainya ikut tidak obyektif. Di antara yang disebutkan adalah Kompas, detik.com, Tempo, Metro TV, dan TV One.

“Metro TV dukung Jokowi, TV One dukung Prabowo. TV One kalau (memberitakan) tentang Jokowi seperti Kompas memberitakan Prabowo, pasti menyerang. Metro TV terutama yang paling parah, beritanya betul-betul kayak juru kampanye, kan,” ulasnya.

Menurut Amran, pers Indonesia misalnya kalah dengan pers di Amerika. Di negara ini, tuturnya, meskipun ketika pemilu sejumlah media menyatakan berpihak pada satu kandidat, tapi pemberitaan mereka tidak berpihak.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Coba Anda bandingkan dengan Kompas, itu berita itu jadi berita partisan, (termasuk) majalah Tempo. Jadi, pemirsa, pembaca yang mau cari berita yang objektif dari mana gitu. Yang dirugikan pembaca gitu loh,” ungkap mantan redaktur pelaksana (Redpel) Tempo sebelum dibredel pada 1994 ini.

Masyarakat Berhak Boikot Media

Amran menyarankan, bagi masyarakat yang merasa dirugikan, berhak melakukan protes. “Kalau perlu lakukan boikot, jangan baca koran, jangan nonton TV! Seminggu aja, kan bangkrut gitu,” sarannya.

Ketika ditanya mengapa banyak media dan pemiliknya yang berpihak ke salah satu kandidat Pilpres 2014, Amran mengaku tak mengerti.

Namun, dia merasa aneh. Selama tiga kali pemilu langsung belakangan ini –dua kali sebelumnya pada pilpres yang diikuti SBY–, baru pada tahun Pemilu 2014 media massa benar-benar tidak obyektif.

“Baru ini saya lihat yang kayak begini, semua (media) betul-betul berpihak. Bukan berpihak, tapi menurut saya semua jadi tim sukses,” ujarnya lantas tertawa.

“Kita baca detik.com, kan, jadi (juru kampanye). Terus-terus aja Jokowi yang (dianggap) benar, padahal Jokowi banyak masalah. Seakan-akan Jokowi sudah kayak malaikat,” sindir mantan redaktur majalah Gatra ini.

“Fenomena ini menunjukkan pers kita masih ketinggalan, suka berpihak, (dan) sulit bersikap obyektif,” tambahnya memungkas.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:mediaMedia massaopiniTV One
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Beginilah Cara Zionis Semangati Tentaranya yang Ogah-ogahan Perang
Tulisan selanjutnya Pesawat Zionis Serang Rumah Kosong Tokoh Senior Hamas, Al Zahar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Berita
15 Oktober 2026 16:32
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

Terbaru

  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?