Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Sejarawan: Pernyataan Bahwa Sunda Wiwitan Agama Asli Sunda adalah Mitos

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Januari 2016 08:07 8:07 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Januari 2016 08:03
Bagikan
Dr Tiar Anwar Bachtiar
Bagikan

Hidayatullah.com –Pemikiran tentang Sunda Wiwitan yang dianggap sebagai agama asli Sunda dinilai hanya pemikiran sumir. Apalagi ada yang sampai mengklaim bahwa budaya Sunda terdiri dari 3 ajaran, yakni Wiwitan, Hindu dan Budha.

Demikian disampaikan Dr. Tiar Anwar Bachtiar, peneliti sejarah Indonesia kepada hidayatullah.com, Senin, (11/01/2016).

“Dedi menggunakan data sejarah yang sumir tentang Sunda Wiwitan. Data apa yang digunakan untuk memastikan bahwa agama asli Sunda adalah Sunda Wiwitan? Siapa tokoh agama Sunda Wiwitan, apa ajarannya, dari buku apa diambilnya, semuanya tidak punya bukti sejarah yang jelas,” ujarnyanya.

“Jadi, ini semacam klaim tanpa dasar. Atau dengan kata lain, ia percaya mitos,” lanjutnya.

Soal Hindu-Budha, kata Tiar, klaim Dedi juga dinilai tidak ilmiah sama sekali.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Kalaupun benar ada fase Hindu dan Budha, belum tentu tidak menghapus kepercayaan sebelumnya. Banyak sekali konsep-konsep budaya Sunda yang dipengaruhi agama ini. ini bisa dilihat dalam karya sastra dan seni warisan Sunda zaman itu,” jelasnya.

Lalu menyangkut soal islamisasi, pria yang juga Ketua PP Pemuda Persis ini menilai pihak yang menyebut hubungan itu dinilai tidak pernah membaca karya-karya ilmiah yang serius, dan justru terkesan lebih terpengaruh mitos.

“Dia malah terpengaruh mitos sarjana Belanda bahwa Islam hanya tempelan atau pelitur. Bedanya kalau sarjana Belanda merujuk pada Hindu dan Budha sebagai akar karena fasenya lebih dekat dan banyak peninggalannya, Dedi malah merujuk pada Sunda Wiwitan yang tidak jelas referensi sejarahnya,” ungkap Tiar.

Untuk itu, menurut Tiar, ungkapan  kepada pihak yang suka memberi pernyataan menyesatkan justru menunjukkan ketidakpahamannya terhadap sejarah dan budaya, tetapi mengaku sebagai sangat tahu.

“Ini barangkali yang disebut Imam Ghazali sebagai kebodohan ganda, atau jahlul murokkab,” pungkasnya.

Sebelumnya beredar ungkapan yang diklaim berasal dari Facebook Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi yang mengatakan bahwa Sunda Wiwitan adalah agama asli Sunda, sedangkan Islam hanyalah tempelan yang dipaksakan.

Pernyataan itu baru-baru ini beredar di dunia maya dan melahirkan berbagai tanggapan.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:budhaHinduislamSundawiwitan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sepatu Berlafadz Allah di Bojonegoro Diduga dari Surabaya
Tulisan selanjutnya Pemerintah Perjuangan Diyat bagi WNI Meninggal di Saudi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?