Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Front Pancasila Minta Simposium Nasional Tragedi 1965 Dibubarkan

Ahmad
Terakhir diupdate: 18 April 2016 20:56 8:56 pm
Ahmad
Dipublikasikan 18 April 2016 20:00
Bagikan
Aksi Front Pancasila menolak Simposium Nasional Tragedi 1965, Senin (18/04/2016).
Bagikan

Hidayatullah.com– Pemerintah melalui Kemenkopolhukam mengadakan Simposium Nasional bertema “Membedah Tragedi 1965 Melalui Pendekatan Sejarah” pada Senin-Selasa (18-19/04/2016) di Hotel Aryaduta, Jakarta.

Simposium yang digagas Forum Silaturahmi Anak Bangsa ini mempertemukan korban tragedi 1965, sejarawan, mantan jenderal TNI, dan sejumlah tokoh lembaga yang berada di pusaran peristiwa berdarah tersebut.

Lewat simposium ini pemerintah berharap konflik dapat diurai dan trauma masa lalu bisa dipulihkan, serta dapat diletakkan dengan benar dalam prespektif sejarah.

Dalam sambutannya, Menkopolhukam Luhut B. Panjaitan mengatakan, tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Ia juga mengimbau untuk sepatutnya menyelesaikan masalah bangsa ini tidak di tempat lain.

Menurut Luhut, simposium merupakan upaya pemerintah Indonesia berdamai dengan sejarah, namun tidak berarti meminta maaf.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Kami tidak sebodoh itu. Kami tahu apa yang akan kami lakukan, dan apa yang terbaik bagi negeri ini. Saya sebagai Menkopolhukam mempertaruhkan kredibilitas untuk menjaga simposium berjalan transparan,” ujarnya, Senin.

Ia berpesan kepada seluruh peserta untuk berani mengemukakan secara terbuka. Walaupun, kata dia, pasti ada pro-kontra selama Simposium Nasional Tragedi 1965 berlangsung.

Simposium Ditolak

Sementara itu, di luar hotel terjadi aksi demo menolak simposium. Belasan massa dari Front Pancasila tersebut datang dari arah Menteng menuju Tugu Tani (seberang hotel).

Salah seorang orator, Alfian Tanjung menilai, simposium dilaksanakan dengan tujuan mendapatkan legitimasi bahwa Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah sebagai korban pelanggaran HAM.

“Jadi hari ini sedang terjadi simposium sinetron yang dimainkan oleh pihak yang namanya PKI,” koar Alfian melalui pengeras suara mobil komando.

Ia juga menganggap, simposium tersebut merupakan rangkaian dari rakornas sekelompok orang yang mengaku sebagai korban tragedi 1965 yang dimainkan oleh Bejo Untung di Cisarua, Bogor pada 14-16 April lalu. Acara ini tidak jadi diselenggarakan karena mendapat penolakan dari beberapa kelompok massa, yang kemudian agenda itu diadakan di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.

Pantauan hidayatullah.com di lokasi aksi Front Pancasila, pihak kepolisian mencoba mengarahkan demonstran ke Patung Kuda. Namun, massa menolak dan bersikukuh menuju Tugu Tani.

Akhirnya terjadi bentrok dan tarik menarik atribut antara massa dan kepolisian yang sempat membuat arus lalu lintas sekitar lampu merah Tugu Tani terhenti sesaat.

Dua orang diamankan, dan massa digiring menuju kawasan Monas arah Patung Kuda oleh puluhan aparat dan barisan polisi bermotor.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Alfian TanjungFront PancasilaKomunis Gaya BaruPKISimposium Nasional Tragedi 1965
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya [Foto] Istanbul yang Tenang dan Menenangkan
Tulisan selanjutnya Mahasiswa Dikeluarkan dari Pesawat di AS Karena Berbicara Bahasa Arab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura

Berita
30 Agustus 2026 10:37
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?