Hidayatullah.com – Pimpinan Umum Syarikat Islam (SI), Hamdan Zoelva mengatakan, partai Islam maupun yang berbasis masa Islam saat ini dinilai pragmatis dan perlu melakukan perubahan cara berpolitik.
“Saat ini berbeda sekali dengan politik tahun 1955 dulu dimana kelompok Islam dan non Islam sangat kuat, serta mampu melahirkan tokoh-tokoh hebat dari kedua kubu,” ujarnya dalam Rapat Pleno VIII Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia di Kantor MUI, Jakarta, Rabu (18/05/2016).
Menurut Hamdan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan dalam kondisi politik umat Islam seperti sekarang ini. Yaitu diantaranya menguatkan gerakan ekonomi.
“Ekonomi memang menjadi hal yang terkait langsung dengan politik, jadi sepanjang kita tidak menguasai itu dalam pertarungan bebas politik demokrasi, maka akan sulit. Sehingga kemampuan ekonomi atau modal menjadi sangat penting dalam pertarungan bebas,” paparnya.
Selanjutnya yang tidak kalah penting, terang Hamdan, memperbaiki kepemimpinan politik. Apalagi, lanjutnya, sampai tiga kali pemilu ini belum ada tokoh Islam yang sangat mumpuni yang muncul menjadi pemimpin nasional.
“Mungkin sudah saatnya kita harus berfikir yang dari umat ini (bukan parpol),” tukasnya.
“Saya punya pemikiran Ormas Islam membuat suatu seperti Lemhanas tapi yang Islam. Kita kader disitu, berikan pendidikan tinggi politik, kita asah pemahaman politiknya, kebangsaan dan ideologi yang kuat, nah inilah yang kita kirim untuk memberikan warn,” tambah Mantan Ketua Mahkamah Konsitusi ini.
Hamdan berharap, dengan itu mampu memunculkan tokoh Islam yang hebat guna mengembalikan kekuatan umat Islam dalam perpolitikan nasional.
“Memang cara kita berpolitik harus kita ubah,” pungkasnya.*