Hidayatullah.com– Presiden Joko Widodo (Jokowi) di depan Keluarga Besar TNI mengatakan, negara tidak memiliki rencana untuk meminta maaf kepada Partai Komunis Indonesia (PKI).
Ia mengaku sudah berkali-kali menyampaikan hal itu, baik saat bertemu dengan PP Muhammadiyah maupun PBNU.
“Bertemu dengan tokoh masyarakat dan ulama juga sudah saya sampaikan, termasuk saat upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya setahun yang lalu juga sudah saya katakan,” ujar Jokowi di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta, dalam sambutannya pada acara buka puasa bersama hari ke-22 Ramadhan 1437, Senin (27/06/2016).
Jokowi menyatakan kekesalannya atas isu yang beredar mengenai rencana negara untuk meminta maaf kepada PKI.
Menurut Presiden, pemerintah hanya berfokus pada pembangunan untuk masa depan, dengan mengutamakan persatuan rakyatnya sebagai modal di tengah kompetisi global.
“Untuk menyongsong masa depan agar lebih baik, agar peristiwa semacam itu tidak terjadi lagi,” tegas Jokowi dikutip Antara.
Oleh sebab itu, Jokowi mengajak segenap kalangan bangsa merajut kebersamaan serta persatuan. Tujuannya agar Indonesia menjadi bangsa yang maju, siap berkompetisi, serta memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Dalam sambutan itu, Jokowi pun menyampaikan, pemerintah akan tetap mengutamakan satuan teritorial sebagai pendeteksi ancaman-ancaman terhadap kesatuan NKRI.
Kendati terdapat kajian akademik yang menjadi pijakan pemerintah untuk menghadapi ancaman terhadap negara, namun Jokowi yakin pemerintah tetap membutuhkan satuan teritorial.
Dalam acara itu, Jokowi berbuka bersama dengan para anggota TNI dan staf serta veteran TNI.
Presiden bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla tiba menghadiri acara itu pada sekitar pukul 17.15 WIB. Sejumlah pejabat negara mendampinginya, antara lain Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo serta tiga kepala staf matra dari TNI AD, AU, dan AL menyambut rombongan kepresidenan di Mabes TNI.*