Hidayatullah.com– Peran pemerintah dan lembaga kemanusiaan dinilai tidak proporsional dibanding-bandingkan satu dengan yang lain dalam menangani krisis kemanusiaan.
Hal itu dikatakan Vice President of Communication Department ACT, Iqbal Setyarso, saat menyampaikan laporan pengiriman 2.000 ton beras bantuan untuk etnis Rohingya di Jakarta, baru-baru ini.
Iqbal menjelaskan, Pemerintah punya tugas diplomasi antar negara yang tidak bisa dilakukan oleh lembaga kemanusiaan yang lebih kepada bantuan kemanusiaan atau dukungan penghidupan langsung.
“Jadi jangan diadu antara peran pemerintah dan lembaga kemanusiaan. Misalnya terkait jumlah bantuan kemanusiaan,” ujarnya.
Namun, ia menilai, dengan semakin banyak membantu, harus juga semakin membuat keinginan untuk menyelesaikan masalah krisis kemanusiaan di ranah diplomasi semakin kuat.
“Kita bagian dari elemen rakyat membawa bendera Merah Putih untuk menyampaikan kepada dunia bahwa bangsa kita bangsa yang peduli, tidak buta dengan krisis kemanusiaan,” tandasnya.