Hidayatullah.com– Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) yang juga Ketua Dewan Pembina GNPF Ulama, Habib Rizieq Shihab (HRS), menyampaikan instruksinya soal kondisi terkini perpolitikan di Indonesia.
HRS menginstruksikan umat Islam agar tidak mendukung partai politik yang selama ini dikenal mendukung penista agama, menyokong pembubaran ormas Islam, dan pelaku kriminalisasi ulama.
Baca: Ajak Kadernya Bela Megawati, Sekjen DPP PDIP: Kami Tidak Takut Habib Rizieq
“Saya selalu menyerukan umat Islam agar tidak mendukung apalagi bergabung dengan partai pendukung penista agama dan penyokong pembubaran ormas Islam serta pelaku kriminalisasi ulama,” demikian amanat HRS yang diterima hidayatullah.com Jakarta dari pihak DPP FPI dan GNPF (19/07/2018).
Instruksi tersebut menyusul sikap sejumlah aktivis Islam yang berubah haluan menjadi pro terhadap bahkan bergabung dengan partai politik pendukung penista agama.
Baru-baru ini, mantan pengacara GNPF, Kapitra Ampera, mengakui telah resmi menjadi calon anggota legislatif dan bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan. Partai ini dikenal pro penguasa dan pendukung terpidana kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
HRS menginstruksikan kaum Muslimin agar mengenggelamkan partai pendukung penista agama dan penyokong pembubaran ormas Islam serta pelaku kriminalisasi ulama.
“Saya selalu menyerukan umat Islam untuk bersatu menenggelamkan mereka,” serunya.
“Jadi,” tegas HRS, “jika ada pengurus maupun anggota FPI atau GNPF atau PA 212 atau Tim Pengacara saya ataupun elemen gerakan Aksi Bela Islam lainnya yang bergabung dengan mereka, maka kita hormati pilihannya karena itu hak konstitusinya, tapi dia jangan lagi ada di Kapal Perjuangan kami.”*
Baca: Politisi PDIP Arteria Dahlan Umpat Kementerian Agama Disayangkan