Hidayatullah.com–Hari Sabtu lalu (24/01/2015), Pondok Pesantren Hidayatullah Tanjung Uncang, Batam, Kepri melelang Jannah di hadapan 1.000 orang jamaah.
Kegiatan lelang ini dilaksanakan bersamaan dengan peresmian asrama santri putri yang dihadiri oleh Gubernur Kepri, M Sani dan Walikota Batam, Ahmad Dahlan. Dalam acara itu terkumpul dana sebesar Rp 450 juta.
Lelang “Jannah” ini bukan bermakna surga yang diciptakan Allah SWT bagi orang-orang beriman. Jannah ini merupakan sebutan untuk paket Wakaf Tunai untuk Pembangunan Masjid Ar-Riyadh. Paket tersebut dinamakan “Jannatun Naim” senilai Rp 250 ribu, Jannatu Adn senilai Rp 500ribu, dan Jannatul Firdaus senilai Rp 1 juta.
“Insya Allah, saat ini Pesantren Hidayatullah Tanjung Uncang tengah melakukan beberapa beberapa pembangunan, salah satunya pembangunan Masjid Ar-Riyadh ini,” ujar Jamaluddin Nur, pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Batam ini.
Berdasarkan pengamatan hidayatullah.com di lokasi, lelang ini diminati oleh masyarakat yang hadir dalam acara tersebut, salah satunya Gubernur Kepri. Dalam kesempatan itu, gubernur menyumbangkan dana ratusan juta.
“Untuk pembangunan awal, insya Allah, saya menyumbang dana pembangunan Rp 300 juta,” janjinya di hadapan para undangan. Sontak, sebagian undangan menyambut dengan takbir. Saat ini, pembangunan Masjid Ar-Riyadh masih berupa pondasi.
Usai mendapat stimulus dari Gubernur, berulang kali pembawa acara mengajak para tamu lainnya untuk juga mengambil kesempatan yang sama. Katanya, Allah Subhanahu Wata’ala akan membalas berlipat ganda setiap harta yang disedekahkan.
“Silakan kepada Bapak/Ibu bisa melihat pada lembaran wakaf yang telah dibagikan oleh panitia,” ujar Sumarno, sang pembawa acara.
Walhasil, hingga acara berakhir terkumpul dana dari para undangan lainnya senilai Rp 150 juta. “Dari dana itu sebagian akan memberikan berupa barang, seperti semen dan besi,” jelas Khoirul Amri, sekretaris yayasan.
Menurut Ustadz Jamal, untuk pembangunan masjid yang dinamakan seperti nama masjid di Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur ini memerlukan dana sebesar Rp 3 milyar.
“Dana tersebut akan kami kumpulkan dari para jamaah dan sumbangan umat Islam yang peduli dengan dakwah Islam,” terang Jamal.
Sementara itu, selain diperuntukkan kegiatan ibadah shalat berjamaah, masjid ini bisa menjadi pusat pembinaan rutin kader Hidayatullah, baik internal maupun eksternal.
“Sedapat mungkin masjid ini bisa menjadi tempat pembinaan, seperti kuliah dai mandiri, kajian keislaman, dan lainnya,” harap Jamal.*