Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Muslimah Xinjiang Nilai Pemerintah China Mau Hancurkan Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Desember 2018 05:16 5:16 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Desember 2018 05:20
Bagikan
"China teroris yang sebenarnya", pesan dari sebuah poster di depan Kedubes China, Kuningan, Jakarta, pada aksi bela Uighur, Jumat (21/12/2018).
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang perempuan Muslimah suku Hui, Xinjiang, China (namanya dirahasiakan demi keamanan yang bersangkutan) menceritakan tentang kondisi Muslim di Xinjiang. Ada banyak hal yang terjadi dan sangat mengerikan bagi Muslim di sana, kata dia. Tidak hanya suku Uighur yang mendapat perlakuan buruk dari pemerintah, tapi juga suku Hui.

Persoalan ini, menurutnya, adalah masalah besar dan terkait dengan politik. Ia menilai, pemerintah China ingin menghancurkan Islam di sana.

“So they persecutes Muslims. My family and relatives have also come under government pressure, what is the situation in Xinjiang currently is like culture revolution of the past. (Jadi mereka menganiaya Muslim. Keluarga dan kerabat saya juga mendapat tekanan dari pemerintah. Situasi di Xinjiang saat ini seperti revolusi budaya yang terjadi pada masa lalu),” ungkapnya kepada hidayatullah.com baru-baru ini dalam sebuah wawancara.

Baca: Pelajar Uighur di Turki dan Anak Gaza Dukung Aksi Indonesia Tekan China

Pemerintah, kata dia, telah menempatkan beberapa Muslim yang taat di penjara. Dan tak satu pun dari keluarga mereka dapat melihat mereka. “My uncle was in prison. Almost one year and haven’t come out of it yet. (Paman saya dipenjara. Hampir satu tahun dan belum keluar),” tuturnya.

Ia juga bilang, saat ini, tidak ada buku tentang Islam di rumah-rumah kaum Muslim di Xinjiang. Padahal, Muslim di sana, kata dia, tidak melakukan sesuatu yang salah. Mereka setiap hari pergi ke masjid untuk berdoa.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Baca: “Warga Uighur Dilarang Bikin Toilet di Rumah”

“Maybe you can not believe and understanding. But it is true, and happening. (Mungkin Anda tidak bisa percaya dan mengerti. Tetapi itu benar, dan terjadi),” ucapnya.

Ia dan Muslim di Xinjiang juga tidak bisa pergi ke luar negeri untuk belajar, terutama belajar di Universitas Islam. Karena itu, orang tuanya pindah tempat ke Guangzhou. Sehingga mendapatkan identitas baru serta paspor baru.

“That’s why I can continue study here. Otherwise I was in prison right now. (Itu sebabnya saya bisa terus belajar di sini. Kalau tidak saya di penjara sekarang),” ujarnya.* Andi

Baca: Pemerintah Jangan Seolah-olah Bisu, Tuli, Buta Terhadap Uighur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaHuiIslam di ChinaMuslim Uighurpenindasan uighuruighurxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pelajar Uighur di Turki dan Anak Gaza Dukung Aksi Indonesia Tekan China
Tulisan selanjutnya Komisi HAM MUI: Indonesia Punya Mandat Dorong Penghukuman China

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?