Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Imron Raih Doktor UINSA setelah Teliti ‘Islamisasi Imu’ INSISTS

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Januari 2019 07:10 7:10 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Januari 2019 21:23
Bagikan
Dr Imron Mustofa
Bagikan

Hidayatullah.com–Jum’at, 18 Januari 2019, menjadi hari bersejarah bagi Dr. Imron Mustofa, M.Ud. pasalnya ia berhasil mempertahankan disertasi berjudul Gagasan Islamisasi Ilmu (Studi tentang Kerangka Metodologi INSISTS) di hadapan tim penguji dari Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya.

Disertasi yang dipromotori Prof. H. Syafiq A. Mughni, M.A., Ph.D dan Dr. Ahmad Nur Fuad, M.A. ini membincangkan kerangka metodologi Islamisasi ilmu yang diusung INSISTS. Dengan asumsi dasar bahwa ada keterhubungan menyeluruh dan saling menguatkan antara worldview (cara pandang), tingkat keislaman dan keilmiahan bangunan keilmuan.

Dalam desertasinya, Imron menyampaikan bahwa islamisasi ilmu yang digagas INSISTS merupakan kelanjutan dari apa yang telah digagas oleh cendekiawan kontemporer, Prof. Naquib al-Attas, pendiri ISTAC Malaysia.

Baca:  Epistemologi Islam dalam Islamisasi Ilmu

“Secara ontologis islamisasi ilmu INSISTS berkosentrasi pada mengekstrak konsep kunci mendasar, yaitu mencari  ‘ma huwa’ (quiditas: esensi) dan kayf al-tariqah (bagaimana caranya) dari setiap Ilmu, ”demikian tegas alumni S1 dan S2 UNIDA Gontor ini.

Promovendus yang juga Alumni S1 dan S2 Unida Gontor ini setidaknya menkonfirmasi tiga kesimpulan. Pertama, Islamisasi ilmu yang digagas INSISTS ini merupakan gerakan dewesternisasi ilmu. Dengan asumsi dasar bahwa ilmu tidak bebas nilai, dan peradaban Barat dengan worldview sekularistik dan dualistik yang mewarnai perkembangan ilmu, maka ia harus diislamkan.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Kedua, proses islamisasi ilmu, sebagaimana diutarakan al-Attas, dilakukan melalui dua tahap; diawali dengan perumusan worldview Islam sebagai prinsip, diakhiri dengan induksi nilai-nilai keislaman dan sekaligus eliminasi unsur-unsur yang berlawanan dengan konsepsi Islam. Secara metodis, pelaksaannya dilakukan dalam lima pendekatan sekaligus; filosofis, historis, filologis, apologetis dan praktis.

Terakhir, ilmu islami adalah ilmu yang berbasis nilai-nilai Islam. Ilmu merupakan sifat seorang alim, dalam arti ia merupakan pantulan dan pengejawantahan worldview Islam saintis, yang mana itu implementasi dari aqidah, syari’ah, dan akhlak.

Baca:  Islamisasi Ilmu, Oleh Hamid Fahmy Zarkasy 

Secara konseptual, menurut Imron, islamisasi ilmu INSISTS sejatinya islamisasi framework berfikir (nalar personal).  Adapun secara epistemologis, islamisasi menjunjung prinsip keterhubungan arsitektonik (architectonic whole) dari struktur dari struktur pemikiran worldview, kalam, fiqh, serta politik dan kemasyarakatan.

“Secara aksiologis, islamisasi ilmu memandang ilmu harus berbasiskan nilai-nilai spiritual dalam Islam,” lanjut dosen STAI YPBWI Surabaya ini.

Berkat penelitian ini, Dr. Mukhammad Zamzami, M.Fil.I. sebagai salah satu tim penguji, memberikan apresiasi kepada promovendus dari aspek teknisnya. “Anda tampak sangat menguasai materi. Teknis penulisan juga bagus. Anda berpotensi menjadi penulis yang baik di masa mendatang.”

Prof. H. Syafiq A. Mughni, M.A., Ph.D, selaku promotor dan penguji, di akhir kesannya menambahkan bahwa ia tidak banyak berkontribusi dalam disertasi. Melainkan dengan kegigihan promovendus dan kerja kerasnya lah disertasi ini selesai dengan baik.

Hadir dalam ujian terbuka ini selain dosen dari UINSA dan kampus sekitar, juga dihadiri oleh teman-teman Imron dari UNIDA.

Dengan selesainya ujian tersebut berarti Imron Mustofa, M.Ud berhak menyandang gelar doktor ke 453 UINSA Surabaya.*/Bahrul

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:INSISTSIslamisasi ImuliberalUINSAUniversitas Islam Negeri Sunan Ampel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden Sri Lanka Akan Tiru Cara Presiden Duterte Perangi Narkoba
Tulisan selanjutnya Ustadz ABB Merespons Positif Yusril Mau Bantu Membebaskan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Berita
13 Juli 2026 16:30
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?