Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

WALHI: Kritik Pemerintah atas Tindakan Penangkapan Effendi Buhing

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Agustus 2020 21:48 9:48 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Agustus 2020 21:48
Bagikan
Video saat Ketua Adat Laman Kinipan Effendi Buhing ditangkap aparat Polda Kalimantan Tengah atas laporan PT Sawit Mandiri Lestari (SML) pada Rabu (26/08/2020).
Bagikan

Hidayatullah.com–Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Nur Hidayati mengkritik tindakan penangkapan Ketua Adat Laman Kinipan Effendi Buhing oleh Polda Kalimantan Tengah atas laporan PT Sawit Mandiri Lestari (SML) pada Rabu (26/08/2020). Walhi mendesak Presiden membenahi masalah perusahaan-perusahaan besar yang bertindak seenaknya menguasai wilayah adat, sebab, perusahaan tersebut dianggap tidak bisa berjalan tanpa kontrol.

“Sudah saatnya presiden menunjukkan bahwa dia tidak bisa membiarkan kelompok-kelompok penguasa-penguasa yang ingin terus-menerus mengeruk dan menguasai wilayah masyarakat itu berjalan terus tanpa kontrol,” kata Nur dalam keterangan pers yang digelar secara daring, Kamis (27/08/2020).

Nur melanjutkan, kalau tidak ada pemetaan yang jelas dan terukur oleh pemerintah maka konflik antara masyarakat adat dengan perusahaan besar akan terus terjadi sampai kapan pun. Nur melihat di mana wilayah adat dirusak oleh usaha-usaha skala besar.

“Kalau kami lihat di mana wilayah adat, kemudian dirusak oleh usaha-usaha skala besar, monokultur, intensif, ini sesungguhnya menghilangkan kearifan-kearifan dan budaya masyarakat adat tersebut,” ujarnya. “Bukan hanya supporting system alam yang mana masyarkat adat sangat tergantung padanya itu rusak, hutan hilang yang merupakan sumber-sumber hidup masyarakat adat ditebang, dihabisi seluruh budaya dan wisdom dan pengetahuan yang diperoleh dari keberadaan dan ketergantungannya dengan alam,” lanjutnya.

Selanjutnya, Nur tidak ketinggalan menyindir Presiden Jokowi yang belum lama ini terlihat mengenakan pakaian adat pada pembukan masa sidang MPR pada 14 Agustus lalu. Menurutya hal itu tidak cukup, karena hanya sekadar gimmick memakai baju adat untuk tunjukan pengakuan masyarakat adat.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Kalau memang Jokowi benar-benar ingin dianggap menghormati menghargai masyarakat adat di luar hanya sekadar gimmick pakai baju-baju adat, tunjukan kalau dia punya leadership,” ungkapnya menyindir.

Baca: Amnesty Internasional: Penangkapan Masyarakat Kinipan Bentuk Pembungkaman pada Masyarakat Adat

Selain itu, Nur juga menegaskan kalau selama ini masyarakat adat masih kesulitan dalam mendapatkan pengakuan atas wilayahnya. Dia mengatakan, mereka selalu saja mendapatkan hambatan. “Perjuangan masyarakat adat untuk mendapatkan pengakuan hak-haknya mengalami jalan panjang, dan sampai saat ini belum diakui,”paparnya.

Dari catatan Walhi, setidaknya terdapat 61 persen daratan di Indonesia dikuasai konsesi dan perizinan, tumpang tindih dengan wilayah masyarakat adat. Nur menyampaikan konsensi tersebut diberikan di atas tanah adat yang tidak diakui keberadaannya.

“Sudah saatnya ini dihentikan, tidak boleh ada lagi pemberian izin di atas wilayah adat, dan pengakuan terhadap hak-hak kepada masyarakat adat harus jadi prioritas,” ujarnya. “Ini seharusnya juga menjadi fokus melihat perizinan yang diberikan tanpa persetujuan masyarakat adat,” tutupnya.

Sementara itu, setelah selama kurang lebih 24 jam ditangkap, Effendi Buhing dikabarkan dilepaskan dari tahanan Polres Kotawaringin Barat, Kamis (27/08/2020) sore. Selain dilepaskan, menurut keterangan salah satu aparat, Buhing diantar oleh Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Andi Kirana ke rumahnya di Desa Kinipan, Kecamatan Batang Kawa, Kabupaten Lamandau, Kalteng.

“Kemarin dijemput oleh polisi, pulangnya juga diantar oleh polisi. Kalau mau bertemu dengan beliau (Buhing), bisa sekarang,” ujar petugas itu kepada sejumlah kerabat Buhing yang mau menjemput di depan pintu pos penjagaan Polres Kobar kutip Kompas.com, Kamis malam.

Sempat berbincang sejenak dengan kerabatnya, sekitar 16.30 WIB, Buhing digiring masuk ke sebuah mobil putih diikuti sejumlah pegiat salah satu LSM. Bersama dengan dua mobil lain berisi aparat dari Polres Kotawaringin Barat dan Polda Kalteng, rombongan bertolak dari markas Polres Kobar. Jarak Kinipan sekitar tiga jam perjalanan dari Pangkalan Bun, Ibu Kota Kabupaten Kotawaringin Barat.

Beberapa jam sebelum dilepaskan, sebuah video berisi rekaman pernyataan Buhing beredar di media sosial. Dari latar belakangnya, video tersebut tampak di ambil di sebuah ruangan di Polres Kobar. Dalam video itu, Buhing yang mengenakan kaus putih menyatakan dirinya dalam kondisi baik.

Meski sempat menolak keras saat akan dibawa, bahkan akhirnya diseret paksa polisi, Buhing menyebut kejadian sehari sebelumnya itu hanyalah kesalahpahaman.

“Sayapun memaklumi. Dan pihak kepolisian juga memaklumi situasi dan kondisi seperti itu. Bagi saya ini pengalaman dan pelajaran. Kita ambil hikmahnya saja,” sebut Buhing pada detik-detik awal video.

Buhing mengimbau semua pihak yang terlibat dan perduli terhadap persoalan di Kinipan bisa menahan diri. Buhing pun berharap seluruh persoalan terkait Laman Kinipan segera selesai. “Agar kasus ini dapat selesai dengan sebaik-baiknya. Mencari win-win sollution. Pemerintah, pengusaha, dan masyarakat juga tidak saling merugikan,” ujarnya.* Azim Arrasyid

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Effendi BuhinghutankaltengKinipankonflik agrariatanah adatWALHI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anggota DPR RI Ini Pertanyakan Kinerja Ahok di Pertamina
Tulisan selanjutnya afirmasi guru honorer Menteri Nadiem Janjikan Kuota Internet pada Guru, Pelajar, dan Mahasiswa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?