Hidayatullah.com—Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI, yang dimotori FPI, PA 212, dan GNPF Ulama menggelar aksi yang diberi nama 1310, Mereka menuntut berbagai masalah yang terjadi di Republik ini, diantaranya penolakan terhadap Undang-Undang Omnibus Cipta Kerja.
Berdasarkan pantauan Hidayatullah.com di media, massa sudah berkumpul di Area Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Mereka datang dengan berbagai atribut seperti bendera hingga poster. Salah satunya yang menarik yakni spanduk yang terpasang di atas mobil komando.
Spanduk itu bertuliskan 7 tuntutan ANAK NKRI terkait UU Omnibus Ciptaker. Berikut tuntutan dalam spanduk itu:
1. MENDUKUNG AKSI RAKYAT TOLAK UU CILAKA DI INDONESIA
2. STOP KEZALIMAN TERHADAP RAKYAT
3. BEBASKAN SEMUA PELAKU AKSI ANTI UU CILAKA YANG DITANGKAP DAN STOP PENYIKSAAN TERHADAP MEREKA
4. MENDORONG SEMUA ELEMEN BANGSA UNTUK BANGKIT
5. SEGERA BATALKAN UU CILAKA
6. MENUNTUT JOKOWI MUNDUR
7. MENUNTUT SEMUA PARTAI PENDUKUNG UU CILAKA UNTUK SEGERA MEMBUBARKAN DIRI
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PA 212 Novel Bakmumin, mengatakan, aksi kali ini sebenarnya merupakan aksi lanjutan dari sebelumnya. Mereka menuntut agar Presiden menerbitkan Perppu untuk membatalkan UU Omnibus Law Ciptaker.
“Aksi ini kan dari aksi lanjutan dari tolak RUU OBL (Omnibus Law) dan RUU HIP yang sebelumnya pernah dilaksanakan pada Februari jauh sebelum demo buruh kemaren dan aksi kali ini pun sama selain menyerukan untuk dikeluarkan Perppu untuk pembatalan UU OBL (Omnibus Law) dan juga penolakan RUU HIP/PIP/BPIP,” ujarnya seperti dikutip Suara.com.* Azim Arrasyid