Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Akui Ekonomi Umat Masih Kalah, Menteri BUMN Beri Strategi “Muslim, Pesantren, UMKM”

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 12 Desember 2021 20:49 8:49 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 13 Desember 2021 05:00
Bagikan
Menteri BUMN Erick Tohir (tengah) pada Kongres Ekonomi Umat II MUI di Jakarta (11/11/2021).
Bagikan

Hidayatullah.com– Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Tohir, mengakui bahwa umat Islam khususnya di Indonesia masih kalah dan tertinggal dalam bidang ekonomi. Di balik pengakuan itu, Erick memberikan tiga strategi untuk menyeimbangkan dan mengejar ketertingalan ekonomi umat.

Ketiga strategi itu, bisa disingkat dalam tiga kata kunci yaitu Muslim, Pesantren, dan UMKM.

Strategi pertama, jelas Erick, yaitu Muslim berkarya. Maksudnya, umat Muslim harus bisa berdaya saing dalam berkarya. Sebab, selama ini umat Islam masih kalah di bidang ekonomi.

“Muslim berkarya, yang selama ini mohon maaf kalah,’” ujarnya dalam Rapat Pleno Kongres Ekonomi Umat II Majelis Ulama Indonesia (MUI), di Hotel Sultan, Jakarta pekan kemarin (11/12/2021).

Strategi kedua, tambah Erick, yaitu melibatkan pesantren sebagai mercusuar peradaban. Terkait ini, ia menceritakan, saat beberapa kali turun ke pondok pesantren bersama Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan, Erick melihat Pondok pesantren Al-Ittifaq di Ciwidey, Bandung, Jawa Barat, yang mandiri secara ekonomi.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Erick melihat bahwa Pesantren Al-Ittiqaf membangun pertanian agroponik yang melibatkan penduduk sekitar.

“Saya beberapa kali bersama Pak Sekjen, melihat salah satunya di Ciwedey, Ponpes Al-Ittifaq. Pesantren tersebut membangun pertanian, berdasarkan agroponik melibatkan penduduk sekitarnya dan Alhamdulillah yang diproduksi dan dijual ke market, ke pasaran itu selalu kurang,” tuturnya

Pesantren itu, jelasnya, sampai menjalin kerja sama dengan pesantren lainnya di Jawa Barat bahkan sampai di Lampung.

Inilah, kata sang menteri, alasan mengapa pihaknya terus mendorong terwujudnya ekosistem seperti yang berlangsung di Ponpes Al-Ittifaq.

“Inilah contoh kita harus kembalikan pesantren ini tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan pembangunan akhlak, tetapi bagaimana pesantren bisa hidup bersama,” ujarnya berpesan.

Strategi ketiga Erick, yaitu membangun infrastruktur untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Di sinilah, Menteri Erick mendorong BUMN harus berpihak dan mengintervensi UMKM dengan cara membangun infrastruktur.

Selain itu, ia pun menyebut bahwa financial syariah juga harus dikembangkan.

“BUMN harus berpihak, harus bisa mengintervensi, seperti yang telah disampaikan, kita membangun dan berpihak kepada UMKM. Ini ekonomi umat salah satunya, financial syariah menjadi salah satu pilihan yang harus dikembangkan,’’ kata dia.

Sementara itu, Wasekjen MUI Bidang Pengembangan Ekonomi Umat, Azrul Tanjung, menyampaikan tujuan Kongres Ekonomi Umat II yaitu arus baru ekonomi Indonesia berfokus pada redistribusi lahan dan pendanaan usaha mikro ultra mikro.

Arus baru ekonomi merupakan tujuan utama dari Kongres Ekonomi Umat I 2017 dan dipertegas pada Kongres Ekonomi Umat II yang berlangsung mulai Jumat (10/12/2021) sampai Ahad (12/12/2021).

“Arus baru ekonomi umat bertujuan meningkatkan ekonomi dan mengambil hak-hak umat sebagaimana arahan dari Ketum MUI Ketujuh KH. Maruf Amin,” ujar Azrul, saat memberikan materi dalam Kongres Ekonomi Umat II, Jumat (10/12/2021) di Hotel Sultan, Jakarta dalam keterangan MUI.

Dia mengungkapkan, fokus arus baru ekonomi itu sejalan dengan hasil diskusi antara Ketua Dewan Pertimbangan MUI, KH Ma’ruf Amin, dan Presiden RI, Joko Widodo.

“Pak Jokowi meminta kemitraan pada Arus Baru Ekonomi Indonesia. Dua hal yang disejui adalah redistribusi aset dan kedua tentang pembiayaan ultra mikro,” ujarnya.

Menurut Azrul, dua hal tersebut bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan kekuatan ekonomi umat. Arus baru ekonomi umat harus terus diperjuangkan dengan tujuan untuk kebangkitan umat.

Dia menyampaikan, ajaran agama Islam mengajarkan pentingnya umat Islam membangkitkan ekonomi dengan jalan berbisnis. Kalau bisa, bisnis menjadi budaya umat Islam. Banyak perintah agama baik di Al-Qur’an maupun Hadits yang menekankan umat Islam untuk berbisnis dalam arti yang cukup luas.

Khusus terkait pembangunan usaha mikro dan ultra mikro, Azrul menambahkan, perlu adanya sentuhan kearifan lokal di dalamnya. Kearifan lokal itulah yang menurutnya dapat memberikan nilai tambah pada berbagai komoditi unggulan Indonesia.

“Negara kita punya banyak keunggulan komparatif. Itu yang kita sebut sebagai kearifan lokal. Kearifan lokal bisa kita manfaatkan misalnya di dalam kopi dan budaya,” kata dia.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ekonomi umatErick TohirKongres Ekonomi Umat IIMenteri BUMNpesantrenUMKM
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wapres Apresiasi 9 Resolusi Jihad Ekonomi dari Kongres Ekonomi Umat II MUI
Tulisan selanjutnya New Caledonia Pilih Tetap Bergabung dengan Prancis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?