Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Ketua Umum PP Muhammadiyah: “Jangan Ada Elite Bertindak Semaunya, Seolah Indonesia dalam Genggamannya”

Ahmad
Terakhir diupdate: 13 April 2022 13:20 1:20 pm
Ahmad
Dipublikasikan 13 April 2022 15:15
Bagikan
islam komprehensif
Ketua PP Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nasir
Bagikan

Hidayatullah.com—Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir mengingatkan elite politik untuk mengedepankan jiwa kenegarawanan yang luhur. Ia mengatakan, elite yang berselancar sekehendak hati akan melahirkan resiko dan banyak tragedi.

“Jangan   berselancar politik sekehendaknya, sebab resikonya besar dapat memproduksi tragedi negeri,” ujar Haedar dalam artikel berjudul ‘Seksama Bernegara’, Selasa (12/4/2022) di laman muhammadiyah.or.id. “Jangan ada aktor yang bertindak semaunya seolah Indonesia dalam genggamannya. Ibarat perahu besar, negeri Nusantara ini harus dicegah dari ulah salah kaprah model umat Nabi Nuh yang melubangi perahu mengancam keselamatan bersama,” tulisnya.

Menurut Haedar, konstitusi dan Pancasila mesti dijaga bersama agar tidak disiasati  yang merusak prinsip demokrasi dan integrasi negeri. “Di sinilah pentingnya kehadiran para pemimpin negeri nan arif bijaksana yang bermahkotakan ketulusan, kejujuran, kesahajaan, dan keteladanan. Para pemimpin yang sudah selesai dengan dirinya secara lahir dan batin!”

Ia juga mengingatkan para elite berbagi untuk negeri dan menjauhi hasrat dan sikap berlebihan yang dapat mengancam masa depan Indonesia tercinta. “Berhentilah bertindak semaunya, menganggap ringan masalah, dan saling memaksakan kehendak. Semua pihak terutama elite negeri dengan jiwa kesatria menghindari sikap-tindak seakan negeri ini menjadi urusannya sendiri,” katanya.

Bahwa hitam-putih Indonesia seakan tergantung “aku” atau “kami”, seraya mengoyak relasi “kita” yang mengindonesia. Ia mengutip pesan Bung Karno, bahwa Indonesia itu milik bersama, bukan milik diri dan golongan sendiri.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Maka, semua pihak wajib seksama bersama dalam berbangsa-bernegara!”

Menurutnya, para pendiri negeri dan seluruh rakyat  telah berkorban jiwa raga untuk Indonesia merdeka. Pasca 1945 hingga kini Indonesia mengalami  dinamika pasang surut kehidupan yang sarat perjuangan yang tidak mudah.

Kemajuan, tantangan, dan masalah datang silih berganti. Pada dua momentum besar 1965 dan 1998 terjadi tragedi untuk kemudian bangkit kembali dengan melakukan pembangunan dan reformasi. “Alhamdulillah Indonesia masih tegak berdiri meski dilanda pandemi dan sejumlah masalah negeri. Maka jangan korbankan negeri yang diperjuangkan  susah payah ini dengan  ulah salah kaprah dan sekehendaknya dengan  mempertaruhkan keberadaan dan masa depan Indonesia.”

Menurutnya, Indonesia sejatinya dapat menyelesaikan masalah-masalah berat yang dihadapinya,  sekaligus bertumbuh menjadi negara maju. “Syaratnya agar semua pihak memiliki kehendak kuat menyelesaikan masalah-masalah bangsa dan mengkapitalisasi potensi kemajuan  dengan seksama  secara bersama-sama di atas kesadaran kolektif yang tinggi. Seraya tidak menambah masalah baru yang membikin kontroversi dan mengancam keutuhan negeri.”

Indonesia menurutnya berpotensi maju di masa depan. Hanya saja sayangnya, masa depan Indonesia seringkali terganggu atau  rusak karena turbulensi politik yang diakibatkan ulah sembarangan dari segelintir aktor dan pihak yang merasa digdaya.

Di tambah lagi keluguan dan sebagian kebodohan warga yang mudah terpolitisasi. “Akibatnya timbul kegaduhan nasional, yang  tentu tidak dikehendaki bersama.”

Lebih jauh, ia mengajar warga Indonesia belajarlah hikmah dari sejumlah peristiwa pahit masa lalu agar tidak berulang kembali. “Barangsiapa yang diberi hikmah, dia akan memperoleh kebajikan yang banyak di sisi Tuhan. Bangun dialog semua pihak dengan jujur, terbuka, dan rendah hati.  Bila masalah telanjur pecah, carilah konsensus bersama demi masa depan milik bersama. Jangan beri ruang para pembuat masalah,” ujarnya.* 

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:elite politikMuhammadiyahpolitikPP Muhammadiyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Banyak Toko Roti di Lebanon Tutup karena Kesulitan Tepung
Tulisan selanjutnya ramadhan 2030 Tahun 2030 Muslim Dunia akan Langsungkan Dua Kali Ramadhan dalam Setahun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?