Hidayatullah.com– Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (Waketum MUI), KH Muhyiddin Junaidi mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia melirik potensi yang ada di kepulauan Bangka Belitung.
“Tujuannya adalah memberikan penyadaran kepada masyarakat luas bahwa Bangka Belitung ini memiliki potensial yang sangat besar di bidang industri halal termasuk wisata halal,” jelas Muhyiddin pada acara seminar internasional halal di Gedung Bank Indonesia Babel, Kota Pangkal Pinang, Rabu (26/02/2020).
Dia juga menilai bahwa Bangka Belitung bisa menjadi role model dalam industri halal buat daerah lain di Indonesia. “Sehingga promosi ini menguntungkan di wilayah dan Indonesia,” imbuhnya.
Sebab, katanya, Bangka Belitung menawarkan begitu banyak destinasi halal yang sangat eksotik.
Ia juga optimis bahwa akan ada peningkatan wisata halal bila dikemas secara baik, tentu dengan mengikuti aturan yang berlaku.
“Kepada pelaku wisata halal lokal harus terus meningkatkan pengetahuan mereka bagaimana menyajikan halal tourism itu dengan mengikuti aturan main,” ujarnya.
Terkait itu, Muhyiddin juga menyinggung sejumlah persoalan yang berhubungan dengan destinasi halal, misalnya mengenai kebersihan.
Katanya, di Indonesia masih suka lalai terhadap kebersihan, padahal itu adalah hal yang paling harus diperhatikan.
“Kita mempunyai kelemahan dalam hal menjaga kebersihan baik itu toilet dan lain sebagainya. Sementara di negara maju kalau kita lihat sudah sangat konsen dengan kebersihan,” ujarnya.
PR besarnya kemudian, menurutnya adalah transportasi yang terbatas untuk menuju Bangka Belitung.
“Transportasi darat udara laut harus tersedia. Artinya apa, bahwa orang dengan mudah bisa kemana aja, pakai udara bisa, pake darat bisa, laut,” sebutnya.
Kemudian soal keamanan yang penitng. Sebab, bagaimana pun wisatawan akan membutuhkan kemanan. Jangan sampai kemudian ada kejadian yang menimpa turis, misalnya.
“Keamanan itu dijamin, jadi jangan sampai turis jalan-jalan terus dibegal. Keamanan dari itu sangat penting maka perlu koordinasi dengan pihak penegak hukum bahwa jam berapa pun wisatawan asing bisa berkeliling kemana-mana, dengan jaminam keamanan.” ujarnya.
Baca: Gubernur Babel: Sertifikat Halal Beri Rasa Aman dan Nyaman
Muhyiddin juga menyampaikan mengenai perlunya kreativitas dan inovasi terkait wisata halal. “Yang namanya jualan itu perlu inovasi,” ujarnya.
Dia juga berharap pemerintah setempat membuka destinasi wisata lain tidak hanya pantai, tapi bisa juga dicari potensi wisata lainnya di Babel.
“Kalau di sini, kan nggak cukup dengan pantai saja. Nanti dikolaborasi dengan yang lain. Seumpanya tempat bekas penambangan timah, itu bisa dijadikan destinasi wisata,” sebutnya.
“Jadi kami berharap seminar internasional ini Insya Allah bisa membantu mempromosikan Bangka Belitung ke dunia yang lebih luas,” ucapnya.
Bangka Belitung saat ini menjadi tuan rumah Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-7 yang diselenggarakan pada 26-29 Februari 2020. Acara yang digagas Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini dihadiri tidak kurang 800 peserta. Terdiri dari pengurus MUI Pusat hingga daerah, ormas-ormas Islam, perguruan tinggi, pondok pesantren, dan pemangku kebijakan lainnya.* Azim Arrasyid
Laporan ini terlaksana atas kerjasama Dompet Dakwah Media