Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

MUI: Ketenangan Balikpapan Terusik Sejak Isu Imigran Syiah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Desember 2014 10:04 10:04 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Desember 2014 09:59
Bagikan
Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Balikpapan, KH. Mohamad Anas Muchtar
Bagikan

Hidayatullah.com– Kota Balikpapan yang dikenal berjuluk berjuluk “Madinatul Iman” dan kota nyaman kini sedikit terusik sedang hadirnya pendatang asing.

Menurut Sekretaris Umum MUI Kota Balikpan, Drs. HM. Jaelani, kota yang tahun 2011 mendapatkan penghargaan dari Menteri Agama sebagai kota yang paling kondusif dalam segi kerukunan beragama mendadak jadi perbincangan setelah hadirnya imigran asal Afghanistan.

“Alhamdulillah sekarang ini perbedaan-perbedaan makin menyempit. Khususnya di Balikpapan ini sudah kondusif. Toleransi di dalam agama sendiri itu sudah bagus sekali. Tapi, kalau toleransi antar agama ya tetap kita batasi,” tandas Jumat, (12/12/2014) kemarin.

Menurutnya, sejak 1 Juli 2014, di mana Australia menutup pintu bagi para pencari suaka, Indonesia menjadi sasaran yang empuk para pendatang asing. Menurut catatan, hingga saat ini sudah ada sekira 300 imigran syiah di kota industri ini.

Meski demikian, keberadaan para penganut syiah di Kota Balikpapan sudah sejak lama tercium.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

HM. Jaelani, selaku pengurus MUI kepada JITU menyatakan kelompok Syiah sudah mulai berani terang-terangan sejak tahun 2000-an.

“Kalau terdengar sudah lama, tapi untuk menyatakan bahwa diri bahwa mereka syiah, itu mereka gak akan ngaku. Mereka taqiyyah (berdusta dan menutupi diri,red) itu,” tutur Jaelani.

Hal senada dibenarkan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Balikpapan, KH. Mohamad Anas Muchtar. Menurut Kiai Anas, keberadaan mereka sudah diketahui saat pihaknya mengadakan pertemuan dengan DKM Masjid Shohibus Salim dengan pihak Kementerian Agama.

Masjid Shohibus Salim ini memang dikenal oleh kalangan umat Islam Balikpapan sebagi masjid yang kerap mengadakan pengajian syiah.

“Beberapa tahun lalu kita mengadakan pertemuan dengan mereka di Masjid Sohibus Salim. Itu salah satu dari pengurusnya pernah mengakui. ‘masjid tempat saya memang ada sekretariatnya’,” ujar Kiai Anas.

“Saya (Kiai Anas) berkata, berarti Anda melindungi syiah itu. Dengan adanya syiah, mengakui bahwa di situ ada syiah,” tambah tokoh yang pernah mondok di Pondok pesantren Darul Ulum, Jombang ini.

Jadi, dari situlah Kiai Anas yakin bahwa Syiah memang sudah ada di Balikpapan tetapi sangat kecil sekali dan belum berani menampakkan diri.

Kiai Anas juga mengaku bahwa dirinya agak kerepotan menghadapi gerakan Syiah di Balikpapan. Pasalnya, mereka yang menjadi tokoh Syiah di Kota Minyak ini dulunya merupakan ‘teman-teman seperjuangan’ yang bertaqiyah.

“Kita ini repotnya bagaimana ya. Dari teman-teman semua yang dulu sama-sama perjuangannya, pahamnya juga sama asalnya, terus tahu-tahu kok dia menurut kabar sudah condong dengan syiah,” tuturnya.

Dari penelusuran JITU di situs berita-berita Syiah, kelompok ini beberapakali telah mengadakan acara ritual Asyura di Balikpapan.

Bahkan, mereka mengadakan acara “Dialog Antar Mazhab” bertajuk “Merajut Ukhuwah Islamiyah dan Meretas Program Umat yang diselenggarakan oleh Yayasan Anzal Al-Ishlah Balikpapan pada 24 Mei 2014.

Dalam acara tersebut, yayasan yang diduga memayungi kelompok syiah itu mengeluarkan sejumlah tuntutan. Mulai dari tuntutan bahwa Syiah adalah salah satu agama dalam mazhab Islam, mengecam peredaran buku MUI Pusat berjudul “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia”. Bahkan, mereka juga menuntut penulisnya dimejahijaukan.

Tuntutan yang terbilang berani itu, ditanggapi santai oleh Kiai Anas.

“Itu yang deklarasi bukan dari syiah (secara tegas, red) tapi atas nama Yayasan Anzal, itu pun bukan deklarasi tapi ada pertemuan biasa yang pertemuannya itu membuat beberapa keputusan untuk meminta dicabut buku yang diedarkan oleh MUI Pusat. Tapi kita abaikan saja itu,” ujarnya.

Menurut pengasuh Ponpes Modern Al-Muttaqin, Gunung Guntur, acara itu sebenarnya juga dipelopori oleh salah seorang oknum pengurus MUI Kecamatan.

“Jadi, apakah mereka tidak paham atau bagaimana?” Tanya Kiai Anas.

Langkah NU

Kiai Anas sendiri menganggap bahwa Nahdlatul Ulama telah melakukan langkah-langkah preventif untuk memagari warga Nahdliyyin dari pengaruh Syiah.

Di antara caranya adalah dengan mengadakan pertemuan para tokoh di tingkat atas secara rutin, hingga memantau masjid-masjid dan musholla yang dikelola oleh warga Nahdliyyin. Terutama jika ada pihak luar yang ingin memakai rumah ibadah sebagai tempat kegiatan seperti pengajian atau semacamnya.

Beliau juga membentengi para jamaahnya dengan cara konvensional seperti dengan cara dakwah bil lisan.

“Kalau saya, saat khutbah sedikit-sedikit tetap saya masukkan, saya sampaikan juga kelompok (Syiah, red) ini di Balikpapan sudah ada itu saya sampaikan. Saya tidak langsung sebutkan namanya, tapi saya terangkan ini ada kelompok yang tidak mengakui sahabat, yang jadi khalifah pertama seharusnya Ali, dan sebagainya. Di Balikpapan itu sudah ada kelompok seperti ini,” tutur pria yang sejak tahun 1980 sudah merantau ke Balikpapan.

Beliau mewaspadai agar jangan sampai kita jamaahnya ikut terjebak dalam kelompok menyesatkan itu.

“Kita harus waspada. Kita masukkan di ceramah-ceramah, di khutbah-khutbah itu kita masukkan walau sedikit-sedikit,” ungkap beliau.*/Fajar (Jitu)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BalikpapanGeliat Syiah di BalikpapanMUIsyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tak Peduli Perang Tak Peduli Krisis, Wanita Damaskus Tetap Peduli Kecantikan dan Kosmetika
Tulisan selanjutnya MUI Balikpapan: Ngeri Juga Ini, Balikpapan Didatangi Pengungsi Syiah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?