Tim SAR dan relawan dalam upaya evakuasi korban gempa di Perumnas Balaroa, Palu, Sulteng, 03 Oktober 2018.
Bagikan
Hidayatullah.com– Hingga saat ini korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat sudah tercatat mencapai 1.424 orang meninggal dunia, data BNPB per Kamis (04/10/2018) hingga pukul 13.00 WIB.
Dengan rincian, korban di Kota Palu sebanyak 1.203 orang, di Kabupaten Donggala 144 orang, di Kabupaten Sigi 64 orang, di Kabupaten Parigi Moutong 12 orang, dan di Pasangkayu, Sulbar 1 orang.
Tim SAR gabungan hingga Jumat (05/10/2018) terus melakukan upaya evakuasi korban yang belum tertangani.
Basarnas melakukan evakuasi korban gempa di reruntuhan Hotel Roa-Roa, Palu, Sulteng, 3 Oktober 2018. [Foto: Hamim/hidayatullah]Sementara berbagai elemen bangsa baik pemerintah maupun swasta terus melakukan upaya pemulihan pasca bencana.
Alat-alat berat dikerahkan. TNI/Polri dan lembaga negara serta kementerian bersinergi.
Persiapan pengiriman logistik dan relawan dengan kapal dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, untuk diberangkatkan ke Palu lewat Makassar, 03 Oktober 2018. [Foto: Sapri/Hidayatullah]Begitu pula Tim SAR Hidayatullah bersama relawan BMH melakukan upaya evakuasi korban gempa di Perumnas Balaroa, Kota Palu, Rabu dan Kamis (03-04/10/2018).
Penggalangan dana peduli gempa-tsunami Sulteng di Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, digelar bersama antara TNI, Polri, KNPI, dan Pesantren Hidayatullah, 3 Oktober 2018. [Foto: Taufik/Ist./Hidayatullah]Ustadz dan santri di Hidayatullah Batam, Kepulauan Riau, menggalang dana peduli Sulteng, 3 Oktober 2018. [Foto: Darmansyah/Ist./Hidayatullah]Evakuasi juga dilakukan di Hotel Roa-Roa hingga Pantai Tondo.
Relawan BMH mendistribusikan bantuan untuk pengungsi di Kawatuna, RT 3 RW 2, Matikulura, Palu, Sulteng, 4 Oktober 2018. [Foto: Hidayatullah]Sementara masyarakat dari berbagai daerah melakukan penggalangan dana kepedulian terhadap bencana di Sulawesi.*