Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Ketumbar Dilarang Masuk Gaza, Israel Enggan Jelaskan Alasannya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Mei 2010 13:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Dengan alasan keamanan, Kementerian Pertahanan Israel enggan menjelaskan mengapa pemerintah melarang masuk ke Gaza sejumlah barang seperti ketumbar, sage, selai, coklat, kentang goreng French fries, buah kering, kain, laptop, pot tanaman kosong, dan mainan anak-anak. Sementara pada saat yang sama Israel memperbolehkan masuk kayu manis, ember plastik, dan sisir.

Namun karena ada tuntutan kebebasan informasi dari Gisha: Legal Center for Freedom of Movement, untuk pertama kalinya, Tel Aviv terpaksa mengakui bahwa mereka memang memiliki daftar barang yang boleh dan tidak boleh masuk ke wilayah Jalur Gaza.

Gisha mempertanyakan kriteria dan prosedur yang dipakai pemerintah Israel untuk menentukan boleh tidaknya suatu jenis barang masuk ke wilayah Gaza. Pertanyaan Gisha dikemukakan setelah penduduk Gaza menyatakan bahwa ada motif komersil dan kekuatan lobi di Israel dalam penentuan daftar barang yang diizinkan masuk.

Sebagaimana dilaporkan Haaretz (7/5), pemerintah Israel dalam tanggapannya, “meminta maaf kepada pengadilan dan penggugat atas ketidakakuratan informasi yang disampaikan secara lisan (pada bulan Januari), karena adanya kesalahpahaman tertentu.”

Ketidakakuratan yang dimaksud adalah penyangkalan pemerintah Israel akan adanya petunjuk tertulis untuk menentukan boleh tidaknya suatu jenis barang masuk ke wilayah Gaza.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Dalam tanggapannya, Israel melampirkan dua buah dokumen, yang disebutnya masih dalam bentuk rancangan–tapi pada kenyataannya sudah dilaksanakan. Satu dokumen berjudul “Prosedur Perizinan Barang Masuk ke Gaza”, dan satu lainnya “Prosedur untuk Pelacakan dan Perkiraan Persediaan Barang di Gaza”. Dokumen terakhir berguna untuk memberitahu tentang jumlah persedian barang dan jenis apa saja yang hampir habis.

Pemerintah Israel juga memberikan dokumen ketiga, “Daftar Barang yang Sangat Penting bagi Kebutuhan Kemanusiaan Penduduk”. Dokumen ketiga ini yang sebelumnya tidak diakui keberadaannya. Menurut pemerintah, dokumen yang satu ini selalu diperbaharui secara berkala.

Dokumen keempat berjudul “Konsumsi Bahan Pangan di Gaza – Garis Merah”. Menurut pengakuan pemerintah, dokumen ini baru  merupakan rancangan dan digunakan hanya untuk kepentingan internal, serta tidak pernah dijadikan dasar untuk membuat keputusan.

Wartawan Haaretz Uri Blau dan Yotam Feldman mengungkap tentang keberadaan dokumen ini pada sebuah laporan investigasi yang mereka tulis pada Juni 2009.

Tampaknya dokumen keempat tersebut digunakan untuk menentukan kebutuhan gizi minimum penduduk Gaza menurut asupan kalori dan takaran berat makanan, yang diuraikan dalam kelompok umur dan jenis kelamin.

Pemerintah Israel berusaha untuk tidak menyerahkan ketiga dokumen pertama, sebagaimana yang dituntut Gisha, dengan alasan pengungkapannya bisa membahayakan keamanan negara dan bahkan hubungan diplomatik. Dan karena dokumen keempat tidak digunakan dalam pembuatan keputusan, maka dokumen itu tidak perlu ditunjukkan.

Namun Gisha menolak alasan pemerintah Israel itu dengan mengajukan tuntutan di pengadilan kemarin lusa. Gisha menegaskan kembali permintaannya agar Israel menunjukkan dokumen-dokumen yang digunakan Israel untuk membuat kebijakan pengiriman barang masuk ke Gaza.

“Sulit membayangkan, bagaimana mungkin menunjukkan dokumen yang berisi daftar produk seperti obat-obatan, makanan dan produk kesehatan atau mengungkapkan prosedur penetapan daftar itu, diangap bisa membahayaan keamanan negara,” tulis jaksa Tamar Feldman. [di/hrtz/hidayatullah.com]

 

Foto: Musaddiqah Blog

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kartun Melecehkan Nabi, Picu Kerusuhan di India
Tulisan selanjutnya Ahmad Khatami: Iran Masuk Klub Negara Nuklir Dunia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral

Berita
8 Juni 2026 20:30
Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
PHK Tembus 23 Ribu Pekerja, DPR Desak Penguatan Perlindungan dan Percepatan Penyerapan Tenaga Kerja

Terbaru

  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?