Hidayatullah.com–Tokoh Syiah garis keras Ahmad Khatami memperingatkan negara-negara besar bahwa Iran bisa “membahayakan seluruh dunia” dalam konfrontasi di masa depan, sebab Iran memiliki teknologi nuklir.
Dalam ceramahnya di depan para jamaah, Jumat (7/5), Khatami berkata, “Berkaitan dengan masalah nuklir, Anda harus tahu bahwa nuklirasasi Iran adalah fakta yang sudah lama ada.”
“Dengan karunia Tuhan, Iran telah masuk dalam ‘klub negara nuklir dunia’,” ujar tokoh Syiah yang merupakan anggota dari Majelis Pakar itu dalam ceramah yang disiarkan oleh radio pemerintah.
Pernyataan Khatami tersebut seakan membenarkan tudingan yang mengatakan Iran mengembangkan senjata nuklir. Padahal pemerintah negara pengekspor minyak terbesar kelima dunia itu bersikukuh bahwa program nuklirnya semata-mata hanya untuk kepentingan sipil.
Amerika Serikat berusaha melobi negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB untuk menjatuhkan sanksi atas Iran terkait program nuklirnya, yang dicurigai untuk memproduksi senjata nuklir.
Amerika Serikat, yang didukung Israel dan sekutu-sekutunya, mengancam akan melancarkan serangan militer, jika jalur diplomasi untuk mengungkap program senjata nuklir Iran tidak digubris.
Negara mullah itu mengancam balik, mereka akan menyasar obyek-obyek yang vital bagi kepentingan AS dan Israel di Timur Tengah. Iran tidak ragu untuk menutup Selat Hormuz, jalur yang sangat penting bagi suplai minyak dunia.
Kepada enam negara yang siap menjatuhkan sanksi kepada Iran; AS, Inggris, Perancis, Jerman, China dan Rusia, Khatami berucap, “Jika Anda menantang sistem agama ini, Anda berarti menentang agama Tuhan. Dan jika kalian melawan agama kami, maka kami akan menjadikan seluruh dunia Anda dalam bahaya.”
Perlu diingat, meskipun Iran selalu menyebut Islam sebagai agama negaranya, sesungguhnya ideologi negara bangsa Persia ini adalah faham Syiah.
Dalam pidatonya di markas besar PBB New York pada tanggal 3 Mei lalu, Presiden Iran Ahmadinejad mendesak agar PBB menghukum negara-negara seperti Amerika Serikat, yang mengancam akan menggunakan senjata nuklirnya.
Mengomentari seruan Ahmadinejad itu, Khatami dengan bangga mengatakan, “Presiden kami ikut ambil bagian dalam pertemuan itu dengan penuh keberanian dan kecerdasan,”
“Jika ada yang ingin melihat seberapa efektif perjalanannya tersebut, mereka harus melihat kemarahan dari negara-negara kuat yang sombong,” imbuhnya. [di/an/hidayatullah.com]