Hidayatullah.com | sahabatalaqsha.com– Kepala Biro Politik Hamas Khalid Misy’al mengatakan bahwa kemerdekaan Palestina tidak akan bisa dicapai lewat perundingan-perundingan damai dengan penjajah Israel tapi lewat jihad dan perlawanan.
Dalam pidatonya di depan para mahasiswa dan dosen di Universitas Islam Internasional Kuala Lumpur, Malaysia, Misy’al mengatakan bahwa solusi bagi perjuangan Palestina tidak akan bisa ditemukan di proses perdamaian, yang telah dicoba oleh rakyat Palestina selama bertahun-tahun.
Misy’al mengungkapkan bahwa selama proses perdamaian yang panjang itu, terjadi juga proses Yahudisasi Palestina dan memburuknya penderitaan rakya yang dijajahnya.
“Mari gunakan akal sehat untuk membandingkan antara apa yang telah dicapai oleh perundingan-perundingan dengan apa yang telah dihasilkan oleh perlawanan. Hasil perundingan nol, sedangkan perlawanan telah menghasilkan merdekanya Gaza, ribuan tawanan, dan Lebanon Selatan. Mesir juga dulu membebaskan wilayahnya pada Perang Oktober dengan perlawanan.”
Misy’al juga membicarakan secara khusus pengepungan atas Gaza dan menuduh ‘Israel’ yang telah mempengaruhi terlibatnya beberapa negara Arab dalam pengepungan itu.
Dia memuji Perdana Menteri Malaysia Najib Razak atas kunjungan solidaritasnya ke Gaza tahun lalu dan menyatakan bahwa kunjungan itu mencerminkan komitmen Malaysia untuk mendobrak pengepungan atas Gaza serta dukungannya atas perjuangan rakyat Palestina untuk kemerdekaannya.
Pemimpin Hamas menyeru para Sahabat rakyat Palestina untuk terus mengirimkan bantuan dan konvoi ke Gaza untuk mendobrak pengepungan atas seluruh rakyat Jalur Gaza.
Sebuah delegasi tingkat tinggi Hamas yang dipimpin oleh Khalid Misy’al tiba di Malaysia hari Ahad lalu dan menghadiri Kongres Tahunan UMNO, partai yang berkuasa di negeri itu.*