Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Rabi Yahudi Bolehkan Bunuh Anak-anak

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 November 2009 03:42
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang rabi yahudi menerbitkan sebuah buku yang memberikan izin kepada umat Yahudi untuk membunuh non-Yahudi, termasuk bayi dan anak-anak serta siapa saja yang mungkin mengancam dan berbahaya bagi Israel dan Yahudi.

“Memang diperbolehkan untuk membunuh orang yang shaleh di kalangan non-Yahudi, bahkan meskipun mereka tidak bertanggung jawab atas situasi yang mengancam itu,” kata rabi Yitzhak Shapiro yang mengepalai Od Yosef Chai Yeshiva di wilayah pendudukan Tepi Barat, dalam bukunya The King’s Torah.

Ia beralasan bahwa goyim (kafir untuk selain Yahudi), boleh dibunuh jika mereka mengancam Israel.

“Jika kita membunuh seorang kafir yang telah berdosa atau melanggar satu dari tujuh perintah tuhan, maka tidak ada yang salah dengan membunuhnya.”

Shapiro, rabi yang memimpin sebuah sekolah Talmud kecil di wilayah pendudukan Yitzhar dekat Nablus, mengatakan maklumatnya itu “sepenuhnya dibenarkan oleh Taurat dan Talmud.”

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Maklumat anti-goyem itu sepertinya dibuat sebagai tanggapan atas penangkapan Yaakov Teitel oleh polisi Israel yang mengaku bahwa ia telah membunuh dua orang pengembala Palestina di Tepi Barat.

Teroris Israel yang merupakan imigran kelahiran Amerika itu, juga mengaku mencoba membunuh tokoh-tokoh Yahudi sayap kiri.

Polisi Isarel menganggap penangkap Teitel itu sebagai sebuah prestasi dalam melawan teroris Yahudi. Di mana menurut para pakar semakin berkembang akibat dikeluarkannya maklumat oleh para rabi yang terkait dengan sekolah-sekolah agama-zionis.

Hampir 16 tahun lalu, seorang teroris Yahudi bernama Yigal Amir membunuh Yitzhak Rabin.

Tahun 1994 Baruch Goldstein, seorang teroris Yahudi yang terkenal kejam membunuh 29 Muslim yang shalat di dalam Masjid Al-Ibrahimi di kota Al-Khalil Tepi Barat.

Dan masih banyak rakyat Palestina lainnya yang dibunuh oleh teroris Yahudi berdarah dingin. Namun anehnya, semua teroris tersebut pada akhirnya disebut sebagai orang yang mengidap gangguan jiwa.

Maklumat Shapiro didukung oleh banyak rabi yang mengajar di sekolah-sekolah agama, termasuk di seminari Talmud Merkaz Ha’rav di Yerusalem Barat.

Di antara para rabi yang telah menyatakan dukungannya secara terbuka adalah Yitzhak Ginsburg dan Ya’akov Yosef.

Ginsburg pernah menulis selebaran yang memuliakan Baruch Goldstein dan menyebutnya sebagai “tokoh suci.”

Cara pandang Shapiro terhadap orang Palestina dan non-Yahudi secara umum dilihat dari sudut hukum agama Yahudi (halacha), merupakan gambaran umum tentang orang-orang Israel dan Yahudi.

Selama perang di Gaza awal tahun ini, Mordechai Elyahu, salah seorang rabi terkemuka, mendorong agar tidak ragu-ragu membunuh anak-anak musuh untuk menyelamatkan nyawa tentara Israel.

Ia bahkan mengajukan petisi, agar pemerintah Israel melakukan serangkaian pengeboman yang meluas di pusat-pusat pemukiman Gaza.

“Jika mereka tidak berhenti setelah kita membunuh 100, maka kita harus membunuh 1.000. Dan jika mereka tidak berhenti setelah kita membunuh 1.000, maka kita harus membunuh 10.000. Jika mereka tidak juga berhenti, kita harus membunuh 100.000, bahkan sejuta. Berapapun untuk membuat mereka berhenti.”

Menurut Israel Shahak, penulis Jewish Religion: the Weight of Three Thousand Years, istilah “manusia” dalam hukum Yahudi semata-mata hanya mengacu kepada orang Yahudi.

Banyak rabi Yahudi Ortodoks melihat konvensi internasional yang menyalahkan tindakan pembunuhan sengaja terhadap warga sipil dan penghancuran rumah dan harta benda warga sipil sebagai “nilai moral Kristen”, yang dengan demikian tidak mengikat atau berlaku bagi Yahudi.

Tahun 2006, Dewan Rabi di Pemukiman Yahudi di Tepi Barat mendesak tentara “untuk mengabaikan nilai-nilai moral Kristen dan memusnahkan musuh di utara (Libanon) dan selatan (Jalur Gaza).”

Sekalipun maklumat itu jelas-jelas rasis dan penuh kebencian, tapi tidak membuat alis orang-orang Israel terangkat, termasuk di kalangan intelektual maupun masyarakat umum.[di/iol/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pembunuh Marwa El-Sherbini Terancam Hukuman Seumur Hidup
Tulisan selanjutnya Polres Tunggu Fatwa MUI Terkait Aliran Sesat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?