Hidayatullah.com—Direktur penyeberangan di Jalur Gaza Maher Abu Sabhah mengatakan, pemerintah Mesir memutuskan untuk membuka perlintasan Rafah (jalur penyebrangan Rafah) hari Kamis (05/03/2015). untuk memasukkan dua jenazah.
Sebagaimana dilansir PIC, Abu Sabha menjelaskan perlintasan Rafah ditutup sejak lebih dari 140 hari berturut-turut. Perlintasan Rafah hanya dibuka karena untuk memasukkan dua jenazah yang telah meninggal di rumah sakit Mesir.
Menurut Maher Abu Sabhah, tidak ada tanda-tanda keinginan pemerintah Mesir untuk membuka perlintasan Rafah dalam waktu dekat.
Dia juga menyatakan bahwasanya ada ribuan orang sakit dan yang memiliki kebutuhan menunggu dibukanya perlintasan Rafah.
Namun pemerintah Mesir tidak menghiraukan seruan mereka, meskipun penutupan perlintasan sudah berlalu lebih dari 140 hari berturut-turut.
Sikap Mesir dinilai sebagai sebuah kenyataan yang sangat menjengkelkan dan menyusahkan bagi rakyat Gaza yang terisolasi.*