Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Dokumen Baru Hamas: Akui Wilayah Palestina Sesuai Perbatasan 1967, Tak Akui Israel

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Mei 2017 22:16 10:16 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Mei 2017 22:12
Bagikan
Khalid Misy’al
Bagikan

Hidayatullah.com– Pemimpin Gerakan Perlawanan Islami di Palestina (Hamas) di pengasingan Khalid Misy’al memberi kejutan baru dengan mengatakan secara resmi mengakui wilayah Palestina sesuai perbatasan tahun 1967 seraya menegaskan tidak mengakui Israel sebagai negara.

“Hamas mendukung pembebasan seluruh Palestina tetapi siap mendukung negara tersebut di perbatasan 1967 tanpa mengakui Israel atau melepas hak apapun,” ujar Misy’al di Doha, Qatar, mengumumkan dokumen kebijakan baru sebagaimana dikutip.

Sikap ini dinyatakan dalam dokumen baru yang menyerukan diadakannya hubungan yang lebih erat dengan Mesir, terus menolak pengakuan atas Israel, dan mengulangi tuntutan supaya pengungsi Palestina yang terusir ketika Israel didirikan tahun 1948 bisa kembali ke kampung halaman mereka.

Tidak ada tanggapan segera dari negara-negara Barat dan masih belum jelas apa dampak jangka panjang hubungan Hamas dengan Israel dan kelompok negara Arab.

Baca:  Bertemu Dua Pemimpin HAMAS, Syeikh Qardhawi: Semoga Kita Berkumpul di Al-Aqsha

Hamas juga menegaskan konflik di Palestina bukan konflik agama. Dokumen terbaru Hamas ini juga menegaskan pengakuan terhadap perbatasan 1967 termasuk pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Palestina dan para pengungsi diminta kembali ke rumah mereka.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

“Hamas menolak ide apapun kecuali membebaskan tanah air seluruhnya dan lengkap, tanpa harus mengakui Zionis atau menyerah pada hak-hak kami warga Palestina,” kata Misy’al.

Dokumen tersebut juga tidak menerima solusi dua negara yang dianggap sebagai produk akhir Persetujuan Oslo antara Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).

Hamas melalui dokumen terbarunya juga menjernihkan bahwa Hamas bertempur dengan proyek Zionis, bukan dengan agama Judaisme, yakni agama yang dianut oleh orang-orang Yahudi.

“Kami tidak akan melepaskan seincipun tanah air rakyat Palestina, tak peduli dengan berbagai tekanan saat ini dan tak peduli berapa lama pendudukan itu,” kata Misy’al kepada wartawan saat menunjukkan dokumen terbaru Hamas mengenai sikap politiknya setelah dua tahun membahasnya, seperti dikutip dari Aljazeera, Selasa (02/05/2017), dari  Doha, Qatar.

Pengumuman dokumen terbaru berjudul “Dokumen Dasar dan Politik Umum” ini dihadiri oleh tokoh penting kolumnis, wartawan, peneliti di Ibu Kota Qatar, Doha, tulis PIC.

Sebelumnya, Misy’al menyatakan, penyiapan dokumen ini berlangsung lebih dari setahun. Dokumen penting ini berisi gagasan, pemikiran, eksperimen politiknya yang berakumulasi selama 30 tahun.

Hamas menganggap dokumen ini sebagai ekspresi pengalaman yang berakumulasi dan yang sudah dikembangkan oleh Hamas. Dokumen ini tidak akan jauh dari akar mendasar dan strateginya, dengan tujuan yang sama untuk bisa memberikan sumbangsih dalam proyek nasional.

Hamas juga menegaskan, perlawanan mereka pada warga Israel yang Zionis yang menduduki tanah air mereka, Palestina. Hamas juga menegaskan hubungannya dengan Ikhwanul Muslimin, dan mengatakan bahwa Hamas adalah organisasi independen.

Baca: Tokoh Hamas Bertemu Raja Saudi di Makkah

Dalam pernyataan terbaru ini Hamas juga mengatakan tak akan pernah melakukan negosiasi langsung dengan pihak penjajah Israel dalam kondisi apa pun.

“Kebijakan kami adalah tidak melakukan negosiasi langsung dengan Israel karena situasi dan kondisinya tak membuat kamu yakin bahwa akan ada hasil yang diperoleh dari negosiasi itu,” tambah Misy’al.

Hamas mengadopsi methode perjuangan perlawanan bersenjata dan diyakininya sebagai satu-satunya jalan membebaskan Palestina. Hamas juga menolak syarat-syarat yang ditentukan oleh Tim Kuartet untuk Perdamaian Internasional (Amerika, Rusia, Uni Eropa, dan PBB) untuk mengakui Israel. Baginya,  perjuangan menentang pendudukan Palestina adalah hak bangsa Palestina.

Perbatasan 1967 merujuk pada wilayah yang ada sebelum perang dengan Arab dimana akhirnya Israel  merebut Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Israel mundur dari Gaza tahun 2005. Negara di sepanjang perbatasan 1967 adalah tujuan saingan politik utama Hamas, Fatah, gerakan sekuler pimpinan Mahmoud Abbas dengan dukungan Amerika dan Israel.

Sebagaimana diketahui, penjajah Israel dan Hamas telah tiga kali berperang sejak 2008. Selain itu, wilayah Jalur Gaza  sudah 10 tahun diblokade penjajah Israel hingga saat ini yang banyak menimbulkan kesulitan warga.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:DokumengazaHAMASisraelKhalid Misy’alOrganisasi Pembebasan Palestinapenjajah IsraelPerang 1967Perbatasan 1967Perjanjian OsloPLOTepi BaratWilayah PalestinaYerusalem Timur Fatah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya GNPF Nilai Tuntutan JPU Mendelegitimasi Kredibilitas MUI
Tulisan selanjutnya Aksi Simpatik 5 Mei, Shalat Jumat di Istiqlal dan Jalan Kaki ke MA

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Berita
13 Juli 2026 06:04
Dua Anggota Basij Tewas Dalam Serangan di Mashhad Iran
Pejabat Libanon Konfirmasi Keikutsertaan Negaranya dalam Pembicaraan dengan Israel di Roma
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?