Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Remaja yang Dibunuh Israel Itu Penghafal Quran [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Januari 2016 17:47 5:47 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Januari 2016 17:47
Bagikan
Seorang wanita Palestina memegang foto dua orang Palestina remaja yang syahid pada 5 Januari 2016
Bagikan

Sambungan  berita PERTAMA

Di Lyyd, Yousif Shaaban, seorang saudara dari korban, mengatakan pada media setempat bahwa kamera pemantau telah dipasang di mobil Amin yang merupakan sepupunya dan keluarga meminta polisi untuk memperlihatkan pada mereka apa yang terjadi di dalam mobil.

Penduduk Israel menghadiri sebuah upacara lilin pada 2 Januari di lokasi dimana penembak memberondong pelanggan bar dengan tembakan yang terjadi sehari sebelumnya, menewaskan dua orang dan melukai beberapa lainnya.

Sehari setelah penembakan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpidato di depan bar yang disiarkan televisi. Haaretz menyebut penembakan itu sebagai “sebuah kekerasan, memalukan, dan mendekati rasis terhadap Arab Israel,” ungkapan koran Tel Aviv yang dilontarkan untuk menggambarkan 1,5 juta penduduk Palestina di Israel.

Pada Selasa, kepolisian Israel menangkap Muhammad Milhem, ayah dari tersangka.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Otoritas Israel menuding bahwa dia membantu anaknya menghindari penangkapan, terlepas dari fakta bahwa Muhammad Milhem lah yang memberi tahu polisi bahwa dia mengidentifikasi penembak sebagai anaknya.

Kepolisian mengatakan bahwa Nashat Milhem menggunakan surat resmi penggunaan senjata api yang dia curi dari ayahnya, yang memiliki itu sebagai bagian dari pekerjaannya di dalam perusahaan keamanan swasta.

Pengadilan di Haifa menjatuhi Muhammad Milhem dengan hukuman penjara atas tiga pasal pada Kamis.

Kepolisian sejauh ini telah menahan delapan anggota keluarga Milhem, kebanyakan dari mereka telah dibebaskan, walaupun fakta bahwa anggota keluarga itu, termasuk Muhammadi Milhem, berulang-ulang mengecam kejahatan yang diduga dilakukan Nashat dan menyeru Nashat untuk menyerahkan diri.

“Kami mohon padamu, ini menghancurkan keluarga kita. Ibu, ayah dan semua orang merasa trauma atas apa yang sedang mereka alami. Pikirkan orang tuamu, saudara-saudaramu, dan serahkan dirimu,” Jawad saudara kandung Nashat memohon.

“Ini ketidakbecusan polisi,” seorang pengacara dari keluarga Milhem mengatakan pada media Israel merujuk pada penangkapan.” Pada akhirnya mereka akan menangkap seluruh keluarga. Shin Bet [dinas rahasia] sedang tertekan. Tidak ada satupun anggota mempunya hubungan dengan apa yang anaknya lakukan.”

Israel percaya kemungkinan besar Nashat Milhem telah melarikan diri ke wilayah Tepi Barat, dimana otoritas Palestina dilaporkan setuju untuk membantu penangkapan Nashat.

(Update, Jumat, 8 Januri: Media Israel melaporkan bahwa Milhem telah ditemukan dan dibunuh oleh polisi di dekat tempat asalnya Arara)

Pemakaman yang tertunda

Menyebrangi Tepi Barat, keluarga warga Palestina melanjutkan untuk menyemayamkan orang tercinta yang jasad mereka ditahan oleh Israel.

Ribuan pelawat menghadiri pemakaman dari Muhammad Saed Ali 19 tahun di Timur Jerussalem pada Selasa setelah Israel mengembalikan jasadnya yang telah ditahan selama 88 hari.

“Aku memeluk anakku setelah dia ditahan selama tiga bulan di kamar mayat Israel. Aku memeluknya, berbicara dengannya, menyemangatinya, dan memaafkannya,” ibu Ali mengatakan pada Ma’an News Agency.

Ali, yang tinggal di kamp pengungsian Shuafat, ditembak mati setelah melukai dua tentara Israel dalam penusukan di Timur Jerussalem pada 10 Oktober.

Seorang wanita Palestina memegang sebuah poster bergambar dua orang Palestina yang dibunu h oleh pasukan Israel, pada protes di Timur Gerbang Damaskus Jerussalem pada 5 Januari mendesak pengembalian jasad yang ditahan oleh Israel.

Keluarga-keluarga di Hebron menyelenggarakan pemakaman bersama untuk 14 orang Palestina pada 2 Januari. Jasad mereka termasuk dari 23 jasad yang diberikan oleh Israel pada Otoritas Palestina sehari sebelumnya.

Setidaknya 80 jasad dari orang Palestina yang dibunuh selama dugaan serangan, termasuk beberapa anak kecil, telah ditahan oleh Israel.

Sanak famili mereka berkabung di dekat jasad Fadil Qawasmi, di Hebron pada 2 Januari.

Qawasmi adalah satu diantara lusinan jasad yang ditahan Israel yang dikembalikan pada otoritas Palestina pada hari sebelumnya. Qawasmi ditembak hingga mati oleh pemukim Israel pada 17 Oktober 2015. Wisam Haslamoun APA images

Israel mulai mengembalikan banyak dari mereka pada akhir Desember, memaksa penahanan dari pemakaman mereka.

Sikap Israel yang tidak merawat jasad korban menyebabkan otoritas Palestina menyelidiki dan mengetahui penyebab pasti dari kematian mereka.

“Koordinasi Kemanan”

Sewaktu kematian dari penduduk Palestina menghiasi headline berita di seluruh dunia, skala dari kekerasan yang rutin dilakukan oleh Israel mulai jarang terjadi.

Pada awal minggu di tahun 2016, tentara Israel melancarkan setidaknya 80 serangan pada komunitas Palestina di Tepi Barat. Mereka menangkap lusinan orang Palestina, termasuk sembilan anak-anak, dan menghancurkan beberapa rumah di Jerusslame, berdasarkan laporan Palestinian Centre for Human Rights.

Warga Palestina memeriksa rumah mereka yang dihancurkan oleh pasukan Israel di pemukiman Timur Jerussalem Ein al-Lawza pada 7 Januari dengan dalih bahwa penghancuran itu memiliki izin konstruksi.

Pada 6 Januari, pasukan Israel menyerang kantor Palang Merah di Timur Jerussalem dan menahan Samer Abu Eisheh dan Hijazi Abu Sbeih. Dua warga Jerusalem, baru-baru ini diprofilkan oleh The Elektronic Intifada, yang menentang dan memprotes perintah Israel untuk mengusir mereka dari kota mereka sendiri.

Sementara itu, Israel memuji Otoritas Palestina yang dipimpin Mahmoud Abaas yang bersikap “sangat baik” dalam kerjasama dengan pasukan pendudukan Israel.

Pemerintah Israel dilaporkan mempertimbangkan untuk menghadiahi Otoritas Palestina dengan persetujuan-persetujuan yang bertujuan untuk membantunya “memaksakan lebih banyak perintah pada jalan-jalan di Palestina.”

Pada hari-hari ini, Abbas telah mengulang ancamannya untuk mengakhiri kerja sama dalam hal keamanan Otoritas Palestina dengan tentara Israel dan dinas rahasia Shin Bet.

Abbas mengatakan bahwa komite eksekutif darin Palestine Liberation Organization (PLO) akan mengambil keputusan pada sebuah rapat minggu depan.

Kerja sama keamanan telah dikecam  oleh seluruh faksi politik Palestina dan warga sipil, dimana ini secara luas dipandang sebagai kolaborasi.

Tetapi menganggap Abbas akan mengakhiri praktek itu secara sukarela.

Abbas, pada bagian itu, sebelumnya telah menggambarkan bahwa bantuan Otoritas Palestina pada Israel untuk menekan protes dan perlawanan terhadap pasukan pendudukan sebagai sebuah tugas “suci”.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Intifadah Al-QudsisraelMasjidil AqshapalestinaZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tuduhannya Tidak Benar, Metro TV Dituntut oleh Wahdah Islamiyah
Tulisan selanjutnya 15 Tahun Berdedikasi, BMH Kembali Terima SK sebagai Laznas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet

Berita
8 Juni 2026 18:30
Bersama DPR-DPD RI, MUI Gelar Hari Dialog Antar Peradaban Internasional, Dorong Perdamaian Global dari Indonesia
PHK Tembus 23 Ribu Pekerja, DPR Desak Penguatan Perlindungan dan Percepatan Penyerapan Tenaga Kerja
Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral

Terbaru

  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase
  • Pasokan Avtur Saudi ke Eropa Melebihi Sebelum Penutupan Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?