Hidayatullah.com–Gerakan Perjuangan Islam Palestina (Hamas) telah berjanji akan membebaskan Masjid al-Aqsha dari cengkeraman negara ilegal Israel dalam waktu dekat. Palestina menentang tindakan negara mana pun untuk melakukan normalisasi dengan Israel.
Pemimpinnya, Yahya al-Sinwar, mengatakan kemenangan akan dicapai melalui upaya seluruh rakyat Palestina dalam pertempuran di Yerusalem al-Quds. Pemimpin Hamas itu mengatakan bahwa Palestina saat ini hampir membebaskan Masjid Al-Aqsha dan mengadakan sholat di sana.
Sikap rakyat Palestina tidak berubah-mereka tidak mendukung keputusan negara-negara tertentu, yang telah menormalkan hubungan dengan rezim teroris Israel. Rezim kolonial baru-baru ini menyerang halaman Masjid Al-Aqsha serta warga Palestina yang memprotes tindakan warga Yahudi ilegal yang menghina Nabi Muhammad.
Protes warga Palestina terjadi setelah salat Jumat di halaman Masjid Al-Aqsha, beberapa hari setelah penduduk ilegal Yahudi menggelar March of the Flags. Selama pawai, penduduk Yahudi ilegal membanjiri daerah Muslim untuk merayakan gelombang kedua pembersihan etnis oleh rezim teroris Zionis pada tahun 1967.
Pada hari Selasa, Israel juga melancarkan serangan udara di Jalur Gaza, sehingga melanggar gencatan senjata yang ditandatangani pada 21 Mei.*