Hidayatullah.com—Universitas Islam Gaza menghormati seorang mahasiswa Palestina dengan memeriahkan upacara wisuda di rumahnya. Hal ini dilakukan pihak universitas setelah salah satu mahasiswinya, Zainab Al-Qoulaq dia tidak dapat menghadiri upacara wisuda setelah syahidnya 21 anggota keluarganya selama serangan zionis-Israel di Jalur Gaza baru-baru ini. Gaza.
Zainab adalah mahasiswi Fakultas Seni di Universitas Islam Gaza. Dalam akun Facebook yang dikutip laman Aljazeera Bahasa Arab, menunjukkan delegasi pihak fakultas –diwakili dekan dan wakilnya, sejumlah staf fakultas—mendatangi rumah Zainab dengan menggunakan baju toga wisuda.
Dosen Universitas Islam Gaza, Akram Habib, yang juga salah satu dosen Zainab, juga memublikasikan sebuah unggahan ini di akun Facebooknya. “Zainab tidak dapat datang ke universitas untuk wisuda, bukan karena dia sakit atau sibuk menggambar karya artistiknya tentang agresi mematikan di Gaza, tetapi karena dia telah kehilangan 21 kerabatnya, termasuk ibunda, saudara perempuan dan saudara laki-lakinya,” ujarnya.
“Ketika universitas menyadari ketidakhadirannya dan mengetahui alasan sebenarnya, Fakultas Seni dan Jurusan Bahasa Inggris mendatangi rumah Zainab untuk menganugerahi gelar sarjananya dalam bidang sastra Inggris,” tambah Habib.
Sementara Zainab, juga membagikan foto kelulusan dari rumah melalui akun Twitter-nya. Kepala Kantor Penerangan Pemerintah Palestina Jalur Gaza, Salama Maarouf, mengomentari situasi tersebut, dengan mengatakan, “Sikap indah yang mencerminkan kesetiaan dan penghargaan kepada yang paling dermawan dari kita semua, yang menjadi syuhada.”
Aktivis Palestina juga memberikan pendapat dengan tindakan pihak universitas dengan meluluskan mahasiswi tersebuh langsung di rumahnya. Hal ini dianggapnya sebagai sentuhan perhatian, kesetiaan, pengabdian dan pengorbanan pada pihak keluarga dan para syuhada.
Keluarga Al-Qoulaq menjadi sasaran pembantaian Zionis yang menyebabkan kematian sejumlah besar dari keluarga mereka. Hal ini setelah rumah mereka menjadi sasaran langsung rudal Israel, di Jalan Al-Wahda di Kota Gaza selama perang terakhir.*