Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Menteri Penjajah Minta ‘Israel’ Melabeli Ekstremis Yahudi sebagai Teroris

Ahmad
Terakhir diupdate: 31 Mei 2022 21:06 9:06 pm
Ahmad
Dipublikasikan 31 Mei 2022 21:10
Bagikan
Kkelompok teroris Yahudi La Familia dan Lehava
Bagikan

Hidayatullah.com—Otoritas penjajah‘Israel’ harus melabeli dua kelompok ekstremis sayap kanan Yahudi sebagai teroris karena meneriakkan slogan ‘kematian bagi orang Arab’ selama parade bendera pada hari Ahad di Kota Tua. Bahkan, Menteri Pertahanan ‘Israel’ Benny Gantz mengatakan kedua kelompok ekstremis itu harus dipertimbangkan untuk dimasukkan dalam daftar kelompok teroris ‘Israel’, kutip AFP.

“Saya percaya inilah saatnya untuk mendefinisikan kelompok-kelompok seperti La Familia dan Lehava sebagai kelompok teroris, saya tahu masalah ini telah diangkat dengan pasukan keamanan,” katanya pada rapat umum partai Biru-putih di mana dia menjadi anggotanya.

Minggu lalu, ribuan ekstremis Yahudi berbaris mengibarkan bendera ‘Israel’ melintasi Kota Tua Yerusalem untuk memperingati penaklukan ‘Israel’ atas Yerusalem timur tahun 1967.  Beberapa dari mereka meneriakkan slogan ‘matilah orang Arab’, yang ditanggapi dengan pelemparan berbagai benda oleh warga Palestina dari atap rumah mereka.

Perdana Menteri ‘Israel’ Naftali Bennett memerintahkan polisi untuk tidak menoleransi ekstremis Yahudi yang mencoba memprovokasi dan secara khusus menyebut kelompok ekstremis La Familia. Menteri Luar Negeri ‘Israel’ Yair Lapid menggambarkan tindakan Lehava dan La Familia sebagai tindakan yang memalukan dan tidak layak untuk mengibarkan bendera ‘Israel’.

La Familia adalah sekelompok pendukung klub sepak bola Yerusalem Beitar, yang terkenal dengan sentimen rasis dan kekerasan anti-Arab. Lehava, di sisi lain, adalah kelompok ekstremis sayap kanan yang menentang ikatan antara orang Yahudi dan non-Yahudi yang dapat mendorong perkawinan campur.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Kelompok ini terkait dengan ajaran mendiang Rabi Meir Kahana, kelompok Yahudi pimpinan Kachnya yang dilarang di ‘Israel’.  Untuk mendefinisikan sebuah organisasi sebagai ilegal, salah satu organisasi keamanan ‘Israel’ termasuk agen keamanan internal, Shin Bet selain polisi, tentara atau Mossad, harus membuat aplikasi ke Kementerian Pertahanan dan mendapatkan izin dari Jaksa Agung.

Otoritas penjajah ‘Israel’ telah berulang kali mengangkat isu mendefinisikan La Familia dan Lehava sebagai kelompok teroris tetapi tidak pernah melanjutkan proses pencapaian aspirasi itu. Sementara itu, La Familia mengabaikan kritik terbaru dan menggambarkannya sebagai upaya untuk mencari dukungan politik.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelLa FamiliaLehavaterorisyahudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Siap Saingi S-400 Rusia, Turki akan Segera Miliki Rudal Canggih Bernama Siper
Tulisan selanjutnya Jurnalis TV Pakistan Dipecat setelah Ikut Bergabung dalam Rombongan Kunjungan ke ‘Israel’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Berita
31 Agustus 2026 20:47
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Terbaru

  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?