Hidayatullah.com– Abu Salman Al-Mughni, kepala otoritas tertinggi suku-suku Palestina, dengan tegas menolak keberadaan agen mata-mata yang berkolaborasi dengan pendudukan ‘Israel’, yang disebutnya sebagai pengkhianat dan pengacau keamanan di Jalur Gaza.
Dalam pernyataannya, Abu Salman menegaskan bahwa suku-suku Palestina bersatu menjaga keamanan dan kestabilan, menentang segala bentuk kekacauan dan pengkhianatan yang membahayakan rakyat Gaza.
Abu Salman menggambarkan kondisi warga Gaza saat ini sebagai yang terburuk, dengan lebih dari dua tahun di bawah bayang-bayang aneksasi, pembunuhan, dan pengungsian massal yang memperburuk kehidupan.
Ia mengungkapkan bagaimana banyak warga kehilangan rumah dan terpaksa tinggal di tenda-tenda usang yang tidak mampu melindungi mereka dari cuaca ekstrem.
Dengan tegas, Abu Salman menyatakan, “Kami tidak akan mengizinkan klan atau kelompok manapun untuk memicu kekacauan dan pertumpahan darah. Kami bertanggung jawab menjaga tatanan sosial dan keamanan di wilayah kami dengan dukungan penuh layanan keamanan, termasuk polisi wanita yang menjaga stabilitas.”
Ia mengutuk kelompok yang mengkhianati rakyat dengan menyerahkan diri di pelukan penjajah ‘Israel’ demi kepentingan pribadi, yang melakukan pembunuhan, penjarahan, dan perampokan terhadap sesama warga Gaza.
“Mereka bukan bagian dari kami, mereka adalah agen musuh yang berusaha memecah belah dan menghancurkan masyarakat,” ujar Abu Salman kepada Al-Araby TV.
Tragedi yang paling memilukan adalah pembunuhan seorang anak yatim berusia 10 tahun, yang menjadi korban kekejaman kelompok mata-mata tersebut. Abu Salman menyebut tindakan ini bertentangan dengan nilai-nilai moral dan sosial masyarakat Gaza yang sejati.
Untuk menegakkan keadilan, Abu Salman menyerukan pembentukan pengadilan lapangan guna mengadili para pelaku, demi mencegah balas dendam dan konflik yang lebih besar di dalam keluarga dan masyarakat.
Kesatuan suku dan keadilan hukum harus dijunjung tinggi demi menjaga keamanan dalam negeri.
Ia juga menegaskan pentingnya koordinasi penuh antara suku-suku Palestina dan layanan keamanan dalam menyingkirkan kelompok pengkhianat tersebut.
Kesempatan telah diberikan kepada para pelaku untuk bertobat dan menyerahkan diri melalui jalur keluarga dan suku, tapi jika mereka tetap melanggar, hukuman tegas akan dijatuhkan.
Situasi Gaza yang sudah sangat parah karena agresi dan blokade ‘Israel’ semakin diperparah oleh ancaman internal dari agen mata-mata dan pengkhianat ini. Suku-suku Palestina berinisiatif mengambil peran penting menjaga keamanan demi melindungi masyarakat dan mengembalikan ketertiban sosial.
Sementara itu, ribuan warga Palestina mulai kembali ke Gaza setelah gencatan senjata yang baru-baru ini disepakati, membawa harapan baru akan perdamaian dan pemulihan di tengah reruntuhan.*




