Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Sebagai Bentuk Terima Kasih pada AS, Israel Buat Stasiun “Trump” di Baitul Maqdis

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Desember 2017 07:18 7:18 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Desember 2017 07:10
Bagikan
Al-Quds (Baitul Maqdis/Yerusalem) dijajah Yahudi Israel.
Bagikan

Hidayatullah.com—Israel berniat menggali terowongan kereta api di bawah Kota Suci Baitul Maqdis dan menamakan stasiun  “Stasiun Donald Trump”, sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang telah mengumumkan Yerusalem (Baitul Maqdis) sebagai Ibu Kota Israel yang mendapat protes dunia.

“Saya memutuskan untuk menamai stasiun kereta api yang akan dibangun dekat Perempatan Yahudi, dekat Tembok Barat dan Bukit Bait Allah, dengan nama Presiden Donald Trump, atas keputusan yang berani dan bersejarah untuk mengakui Yerusalem, ibu kota abadi rakyat Yahudi, sebagai Ibu Kota Israel, serta niatnya untuk memindahkan Kedutaan Besar Amerika Serikat ke Yerusalem,” kata  Menteri Transportasi Israel Yisrael Katz seperti dikutip CNN, Kamis (28/12/2017).

Yisrael Katz berkata ia ingin menghormati sang presiden AS atas keputusannya untuk mengakui Baitul Maqdis yang mendapat kecaman dunia internasional itu.

Baca: Israel Telah Lakukan 60 Galian di Bawah Masjid al Aqsha untuk Bangun Sinagog 

Terowongan dan stasiun kereta api baru yang masih direncanakan ini akan menjadi bagian dari perpanjangan jalur kereta cepat dari Tel Aviv yang siap dibuka pada tahun depan.

Sebelumnya, penggalian yang dilakukan Zionis Israel di sekitar kompleks Haram al Syarif , memicu protes dari warga Palestina.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Sebelum ini UNESCO, Lembaga Kebudayaan PBB  menetapkan Kota Lama sebagai situs Warisan Dunia.

Meski demikian, Penjajah Israel seolah tak peduli dengan itu semua, bahkan kepada suratkabar Israel Yedioth Ahronoth, Katz  mengatakan perpanjangan jalur kereta api Tel Aviv-Yerusalem adalah “proyek nasional paling penting”.

Selain stasiun kereta api tersebut, di seluruh Israel dilanda demam pemberian nama Trump. Sejumlah proyek perkotaan direncanakan bakal dinamai Presiden Amerika Serikat ke-45 itu.

Baca: OKI Deklarasikan Baitul Maqdis sebagi Ibu Kota Palestina

Dewan Kota Yerusalem mengajukan proposal untuk mengganti nama Jalan Salah ad-Din, jalan yang dihuni mayoritas warga Palestina menuju Perempatan Muslim Kota Tua, menjadi Jalan Donald Trump.

Penjajah Israel merebut Yerusalem Timur pasca Perang Enam Hari pada 1967 dan menjajah wilayah tersebut sejak itu. Pada 1980, lewat resolusi Dewan Keamanan PBB 478, yang berhasil lolos dengan sikap abstain Amerika Serikat, organisasi dunia mengecam klaim sepihak penjajah yang menyebut Yerusalem sebagai ibu kotanya. Resolusi itu juga melarang negara-negara PBB mendirikan kedutaan di wilayah itu.

Direktur Urusan Al-Quds dan Masjidil Aqsha di Kementerian Wakaf Yordania mengatakan, Abdullah Al-Ibadi pernah mengatakan, Baitul Maqdis adalah kota terjajah yang diakui oleh hukum internasional. Oleh karena itu, pemerintah penjajah tidak boleh menetapkan seenaknya urusan kota ini.

Sebelumnya laman Sahabat al Aqsha mengatakan, untuk menghabisi Palestina dan warganya, penjajah Zionis selama ini melakukan kebijakan koloni pemukim ilegal Yahudi Israel di Timur Baitul Maqdis terjajah  dengan tiga strategi utama. Pertama, menciptakan mayoritas Yahudi di kota tersebut melalui pembangunan permukiman-permukiman ilegal “khusus Yahudi”. Kedua, mengejar tujuan yang sama dengan mengurangi populasi warga Palestina melalui kebijakan-kebijakan mengusir warga Palestina dari Baitul Maqdis secara paksa maupun menghalangi pertumbuhan dan perkembangan mereka sebagai sebuah komunitas. Ketiga, mengisolasi Timur Baitul Maqdis dan membagi Tepi Barat menjadi dua bagian. Terkait kebijakan pemisahan ruang kolonial, mengurangi visibilitas dan keberadaan warga Palestina di kota mereka.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al QudsAmerika SerikatASBaitul MaqdisHaram al Syarifisraelkereta apiKota LamaKota SuciLembaga Kebudayaan PBBpalestinaSaveBaitulMaqdisStasiun Donald Trumpterowongan kereta apiUnescoWarisan DuniaYerusalemZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Erdogan: Bashar Pemimpin Teroris, Bunuh Satu Juta Warganya
Tulisan selanjutnya Kekurangtegasan KBRI Jadi Momok Keamanan Mahasiswa Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Berita
1 September 2026 09:01
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?